Kamis, 15 November 2018

Jejak Kuliner Arab di Pulau Jawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jejak Kuliner Arab

    Jejak Kuliner Arab

    TEMPO.CO , Jakarta: Gagas Ulung dan Deerona, adalah dua sahabat yang menulis buku menarik. Judulnya Jejak Kuliner Arab di Pulau Jawa. Keduanya sejak lama menyusuri jejak kuliner Arab selama berbulan-bulan mulai Jakarta, Bogor, Pekalongan dan Surabaya. Dalam acara peluncuran bukunya yang berlangsung pada Jumat, 19 September lalu di Toko Buku Kinokuniya, Plasa Senaya, Jakarta Selatan keduanya berterus menuliskan buku inui karena meihat hidangan Arab sangat digemari.


    "Kuliner Arab di Indonesia merupakan hasil akulturasi budaya Arab dan Indonesia yang telah terjadi sejak ratusan tahun. Misalnya di kota Serang dikenal masakan Rabeg. (Baca:  Rabeg Kesukaan Sultan Banten)


    Dahulu, Rabeg merupakan hidangan istimewa Istana Banten dan menjadi masakan kesukaan Sultan Hasanuddin. Sang Sultan mencicipi maskan khas dari daging kambing ini di Kota rabeg, sebuah kota yang terletak di antara Mekkah dan Madinah," kata Gagas menerangkan.

    Deerona menambahkan pada awalnya bangsa Arab datang ke Indonesia untuk berniaga, namun seiring berjalannya waktu mereka juga turut menyebarkan agama Islam. Sebagian besar orang Arab yang datang ke Indonesia berasal dari Hadramaut, Provinsi Yaman Selatan. Dan sebagian lagi berasal dari Yaman, Hijaz dan Mesir.


    "Pada sebagaian orang Arab yang datang ke Indonesia menetap di Jakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Ungaran, Semarang, Gresik, Malang dan Surabaya yang merupakan kota pelabuhan. Pada tahun 1850 tercatat sebanyak 30 persen dari total pedagang Arab, tinggal dan menetap di Indonesia," kata Deerona.


    Wanita berjilbab alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia ini menerangkan tentang bangsa Arab yang menetap di Indonesia ini membaur dengan penduduk setempat sehingga sangat mempengaruhi budaya lokal termasuk dalam soal masakan. "Hidangan Arab yang banyak menggunakan daging kambing menjadi bagian dari menu keseharian masyarakat Indfonesia," kata Deerona.

    Gagas Ulung menambahkan masak Arab dipengaruhi oleh masakan dari negara-negara di Saudi Arabia (Baca: Resep Makanan Al-Baghdadi) yang meliputi kawasan Tunisia, Yaman, Somalia, Mesir, Turki Afghanistan, Iran, India termasuk Afrika Utara. "Pada umumnya memiliki ciri banyak menggunakan kurma, gandum,beras, daging dan yoghurt. Adapun bumbu yang banyak digunakan adalah jinten, pala, cengkih, kayu manis, adas manis, minyak samin, daun kari dan kapulaga."


    Deerona menambahkan pada buku ini mengulas sebanyak 60 tempat makan kuliner di Pulau Jawa di kota-ota yang disebutkan di atas. "Selain itu buku ini juga memuat 17 resep masakan khas Arab dan sangat populer di Indonesia karena pengaruh gastronomi Timur Tengah," kata Deerona.

    HADRIANI P
    Terpopuler

    Batik Banyuwangi di Mata Priscilla Saputro 

    Bagteria, Tas Lokal Favorit Paris Hilton 

    Rumah Sakit Singapura Bangun Ruang Isolasi Ebola

    Buku tentang Kiprah Industri Kreatif di Indonesia




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.