Tekanan Les Bisa Membuat Anak Stres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angelina Jolie tiba bersama anak-anaknya, Maddox Jolie-Pitt, Shiloh Jolie-Pitt, Vivienne Jolie-Pitt, Zahara Jolie-Pitt and Knox Jolie-Pitt di Los Angeles, California, 5 Februari 2014. Saat ini ia menjadi ibu dari enam anak dan istri dari aktor Brad Pitt.   GVK/Bauer-Griffin/GC Images

    Angelina Jolie tiba bersama anak-anaknya, Maddox Jolie-Pitt, Shiloh Jolie-Pitt, Vivienne Jolie-Pitt, Zahara Jolie-Pitt and Knox Jolie-Pitt di Los Angeles, California, 5 Februari 2014. Saat ini ia menjadi ibu dari enam anak dan istri dari aktor Brad Pitt. GVK/Bauer-Griffin/GC Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir tahun lalu, dunia maya dikejutkan oleh sebaran cerita tentang seorang anak berusia 6 tahun yang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) akibat depresi yang dideritanya karena terlalu banyak tekanan untuk mengikuti berbagai kursus atau les tambahan.

    Pada akhirnya, cerita tersebut terkonfirmasi sebagai sebuah isapan jempol atau hoax. Terlepas dari ketidakbenaran kisah itu, problema keluarga seputar orang tua yang terlalu memaksakan anaknya mengikuti berbagai les tambahan masih jamak terjadi di perkotaan.

    Sejak rentang waktu Sekolah Dasar (SD), anak-anak ‘zaman sekarang’ sudah dijejali dengan kegiatan ekstrakulikuler, yang dipercaya dapat mendongkrak daya saingnya di sekolah. Sayangnya, tidak semua anak menikmati kursus tambahan di luar jam sekolah.

    Baca juga:

    Buwas Ungkap Ada Pihak Ingin Dia Dimutasi & Penjelasan JK
    Pencopotan Waseso, Luhut: Prajurit Tak Boleh Ancam Atasan

    Psikolog anak dan keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan Unversitas Indonesia (LPT UI) Mira D. Amir menjelaskan pada dasarnya anak memiliki keterbatasan fisik untuk menyerap pengetahuan.

    Apalagi, saat ini hampir seluruh sekolah menerapkan sistem full day school, di mana jam sekolah baru berakhir sekitar pukul 15.00 atau 16.00. Jika anak masih harus mengkuti les tambahan di rumah atau luar rumah, biasanya mereka baru selesai setelah pukul 19.00.

    Kelelahan secara fisik yang mungkin diderita anak dengan jadwal terlalu padat, lanjut Mira, dapat mengganggu kestabilan emosional. Sayangnya, tidak semua orangtua dapat langsung memahami saat anaknya menunjukkan gejala-gejala gangguan psikologis. 

    Berita Menarik:
    Jatuh dari Lantai 15, Kematian Alumnus UI Ini Tak Wajar
    Kenapa Mourinho Keok Hadapi Deretan Pelatih Berinisial P?

    Selanjutnya: Anak jadi mudah....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.