Belum Ada Aturan Soal Klinik Pengobatan Cina

Senin, 13 Agustus 2012 | 13:37 WIB

Belum Ada Aturan Soal Klinik Pengobatan Cina
TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Toko obat Cina atau pengobatan Cina sudah lama dikenal di Indonesia. Pada masa lalu, mereka membuka praktek di kawasan Pecinan, seperti di daerah Kota, Jakarta Barat. 

Hingga saat ini, kita masih bisa menemukan sejumlah toko obat Cina di Petak Sembilan, Glodok, dan sekitarnya. Belakangan muncul sejumlah klinik pengobatan tradisional Cina yang gencar beriklan. Mereka bahkan mencantumkan nomor izin membuka klinik.

Apakah di Indonesia izin praktek sinse memang diberikan?

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Medikolegal, Budi Sampurna, mengatakan belum ada peraturan yang tegas mengenai pendirian klinik pengobatan tradisional Cina. 

"Kami tidak pernah memberikan izin, melainkan hanya meregistrasi," ujar Budi Sampurna seperti ditulis Majalah Tempo edisi 10 Juni 2012.

Pemberian nomor registrasi ini dilakukan untuk memantau kinerja klinik, khasiat yang dihasilkan, dan mengetahui efek samping atau bahaya dari praktek yang dilakukan.

Sayangnya, pencatatan tersebut kemudian dianggap sebagai izin. Banyak klinik pengobatan tradisional yang mengklaim registrasi sebagai izin mendirikan klinik, bahkan menjadikannya sebagai salah satu elemen iklan. Padahal, untuk mendapatkan izin, caranya tak mudah, harus ada uji klinis lebih dulu.

Nah, soal uji klinis inilah masalahnya. Perintis pengobatan Timur dalam dunia medis Indonesia, dokter Dharma Kumara Widya, menyebutkan memang belum ada penelitian logis yang bisa menjawab soal pengobatan tradisional Cina.

"Satu-satunya metode pengobatan Cina yang paling bisa diterima logika medis dan dibuktikan secara empiris baru akupunktur," ujar Kepala Departemen Akupunktur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini.

Meskipun secara medis susah dibuktikan, sesungguhnya pengobatan tradisional Cina jauh lebih tertata daripada pengobatan tradisional lain. Setidaknya mereka memiliki standar sendiri yang sudah baku. 

CHETA NILAWATY | RINI KUSTIANI

Berita terpopuler lainnya:
Ramai-ramai Klinik Tong Fang, Begini Praktiknya

Dinas Kesehatan ''Sentil'' Iklan Klinik Tong Fang 

Ke Klinik Tong Fang, Berobat karena Penasaran
Berobat di Klinik Alternatif Cina Mahal?
Traveling Lintas Lima Zona Waktu Bahayakan Atlet

Bumbu Mentega Buatan Memicu Alzheimer

Salon Hewan Berbahan Herbal ala UGM

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru