7 Makanan dan Tumbuhan ini Mengandung Racun, Waspadalah

Sabtu, 30 Juli 2022 06:06 WIB

Hemlock. Wildlifetrust.org

TEMPO.CO, Jakarta - Racun alami dapat dibentuk dalam makanan sebagai mekanisme pertahanan dari tumbuhan. Racun alami ini menyebabkan berbagai efek kesehatan yang merugikan dan menimbulkan ancaman kesehatan yang serius baik bagi manusia maupun hewan ternak. Racun ini diproduksi secara alami oleh organisme hidup. Senyawa kimia ini memiliki struktur yang beragam dan berbeda dalam fungsi biologis dan toksisitasnya.

Beberapa racun diproduksi oleh tanaman beracun sebagai mekanisme pertahanan alami terhadap pemangsa, serangga, atau mikroorganisme. Selain itu, juga dapat dihasilkan dari investasi mikroorganisme, seperti jamur, sebagai respon terhadap tekanan iklim.

Tanaman Hemlock atau Cicuta maculata adalah tanaman paling beracun di Amerika Utara. Bunga liar besar ini mengandung cicutoxin yang mematikan, terutama di akarnya, dan akan dengan cepat menghasilkan gejala yang berpotensi fatal jika terkonsumsi. Gejalanya akan mengakibatkan kejang-kejang yang menyakitkan, kram perut, mual, dan kematian. Gejala jangka panjang bisa menyebabkan amnesia atau tremor yang berlangsung lama.

Melansir laman fao.org, terdapat sebuah standar internasional dan kode praktik untuk membatasi paparan racun alami dari makanan tertentu. Standar ini ditetapkan oleh Codex Alimentarius Commission berdasarkan penilaian Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA).

Tumbuhan Mengandung Racun

Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja makanan dan tumbuhan yang memiliki racun, simaklah daftar berikut ini.

Advertising
Advertising

1. Biotoksin laut

Racun ini dihasilkan dari alga laut dan air tawar sehingga sering disebut dengan racun alga. Racun ini menghasilkan ciguatoxins yang biasanya terdapat dalam kerang dan ikan. Racun ini tidak memiliki rasa atau bau dan tidak bisa dihilangkan dengan cara dimasak atau dibekukan.

2. Glikosida sianogenik

Mengutip buku Kimia Pangan dan Gizi, menjelaskan bahwa glikosida sianogenik merupakan senyawa dalam bahan makanan nabati (dihasilkan oleh tanaman) dan secara potensial sangat beracun. Sebab, senyawa ini dapat terurai dan mengeluarkan hidrogen sianida.

Singkong, sorgum, akar bambu, dan almond adalah makanan yang mengandung glikosida sianogenik. Potensi toksisitas tanaman ini bergantung pada potensi konsumsinya yang menghasilkan konsentrasi sianida beracun bagi manusia.

3. Furocoumarin

Racun ini terdapat di banyak tanaman, seperti parsnip (satu familia dengan wortel), akar seledri, tanaman jeruk (lemon, jeruk nipis, jeruk bali), dan beberapa tanaman obat. Furocoumarin adalah racun yang dilepaskan sebagai respon terhadap stres.

4. Lektin

Banyak jenis kacang yang mengandung racun lektin. Biasanya, kacang merah memiliki kandungan lektin tertinggi. Namun, lektin dapat dihancurkan dengan cara merendam kacang tersebut setidaknya 12 jam dan direbus dengan selama 10 menit dalam air.

5. Mikotoksin

Mengutip dari who.int, mikotoksin adalah senyawa beracun alami yang dihasilkan oleh jenis jamur tertentu. Jamur yang dapat menghasilkan mikotoksin tumbuh pada berbagai bahan makanan, seperti sereal, buah-buahan kering, kacang-kacangan, dan rempah-rempah.

6. Solanin dan chaconine

Semua tanaman dalam kategori ini, meliputi tomat, kentang, dan terong. Solanin dan chaconine merupakan kumpulan glikoalkaloid. Tanaman yang memiliki kadar tertinggi dalam racun ini adalah kecambah, kentang, dan tomat hijau.

7. Jamur beracun

Jamur liar mengandung beberapa racun, seperti muscimol dan muscarine yang dapat menyebabkan muntah, diare, kebingungan, gangguan penglihatan, dan halusinasi. Timbulnya gejala terjadi sekitar 6-24 jam atau lebih setelah mengonsumsi jamur beracun. Sebagian besar dokter menyarankan untuk menghindari segala jenis jamur liar, kecuali jika itu memang benar-benar tidak beracun.

RACHEL FARAHDIBA R

Baca: Kenali Jenis Tanaman Beracun, Bisa Sebabkan Iritasi bahkan Kematian

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu

Berita terkait

5 Kiat Manajeman Stres

12 jam lalu

5 Kiat Manajeman Stres

Stres berkepanjangan bisa berakibat penyakit serius dan masalah kesehatan mental lainnya

Baca Selengkapnya

Alasan Bayi Tak Boleh Diberi Madu dan Risikonya

16 jam lalu

Alasan Bayi Tak Boleh Diberi Madu dan Risikonya

Meski sehat, madu tak boleh diberikan pada bayi karena bisa menyebabkan botulisme. Simak penjelasan dan gejalanya.

Baca Selengkapnya

Tidur Setelah Berolahraga, Apa Efeknya Untuk Tubuh?

16 jam lalu

Tidur Setelah Berolahraga, Apa Efeknya Untuk Tubuh?

Setelah berolahraga terasa mengantuk atau ingin tidur tersebab respons alami tubuh terhadap aktivitas fisik

Baca Selengkapnya

Mengenal Probiotik dan Manfaatnya untuk Tubuh

2 hari lalu

Mengenal Probiotik dan Manfaatnya untuk Tubuh

Probiotik adalah mikroorganisme hidup dalam makanan atau suplemen yang bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan bakteri baik dalam tubuh.

Baca Selengkapnya

Mengapa Sering Mengeluh Dapat Membahayakan Kesehatan?

3 hari lalu

Mengapa Sering Mengeluh Dapat Membahayakan Kesehatan?

Meskipun dapat menurunkan suasana hati dan kebahagiaan, mengeluh juga dapat berdampak besar pada fungsi otak dan tubuh.

Baca Selengkapnya

Yang Perlu Diketahui soal Perbedaan Probiotik dan Prebiotik

6 hari lalu

Yang Perlu Diketahui soal Perbedaan Probiotik dan Prebiotik

Perbedaan utama antara probiotik dan prebiotik adalah bahwa prebiotik tidak mengandung mikroorganisme hidup seperti probiotik.

Baca Selengkapnya

Perut Nyeri dan Kembung, Tanda Usus Kekurangan Probiotik

9 hari lalu

Perut Nyeri dan Kembung, Tanda Usus Kekurangan Probiotik

Dokter menyebut tanda-tanda yang muncul ketika tubuh butuh asupan probiotik, di antaranya nyeri dan kembung.

Baca Selengkapnya

Mengenali Ciri Kecerdasan Naturalis

12 hari lalu

Mengenali Ciri Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis tentang mengenali lingkungan, seperti binatang, tumbuhan dan cuaca

Baca Selengkapnya

Disonansi Kognitif: Keyakinan dan Perilaku Tak Sejalan atau Konflik Batin

13 hari lalu

Disonansi Kognitif: Keyakinan dan Perilaku Tak Sejalan atau Konflik Batin

Disonansi kognitif secara sederhana dipahami sebagai pertentangan mental

Baca Selengkapnya

Risiko Kesehatan yang Mengintai Akibat Domestikasi Satwa Liar sebagai Peliharaan

14 hari lalu

Risiko Kesehatan yang Mengintai Akibat Domestikasi Satwa Liar sebagai Peliharaan

Tingkat kemungkinan stres satwa liar akan tinggi jika kebebasannya dibatasi.

Baca Selengkapnya