Valsartan Turunkan 45 Persen Pasien Bloedrek

Reporter

Editor

Senin, 14 September 2009 23:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -

Bloedrek atau Hipertensi di Indonesia semakin meningkat, hampir 16 persen orang berusia di atas 35 tahun terkena penyakti tekanan darah tinggi ini. Di Amerika Serikat, bahkan setiap dua menit sekali seorang meninggal dunia karena hipertensi. Paparan tersebut disampaikan pakar hipertensi dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Santoso Karokaro dalam buka puasa bersama Novartis Indonesia dengan para Jurnalis.

Dalam acara itu juga diungkap penelitian Cardiovascular Medicine at the Kyoto Prefectural University of Medicine, Kyoto, Japan atau disebut Studi KYOTO HEART, yang menyebut penambahan Valsartan, obat anti hipertensi yang dikategorikan sebagai golongan angiotensin receptor blocker (ARB), kepada golongan non ARB dapat menurunkan angka kejadian kardiovaskular pada pasien hipertensi hingga 45 persen.

Sebanyak 3,042 pasien Jepang dengan tekanan darah yang tidak terkontrol yang menggunakan pengobatan jenis non–ARB dengan satu atau lebih faktor risiko kardiovaskular (seperti diabetes atau obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung) diteliti dalam riset tersebut.

Menurut Profesor Hiroaki Matsubara, peneliti utama dalam riset itu, Studi KYOTO HEART mengkonfirmasikan bahwa Valsartan dapat secara nyata mengurangi total insiden komplikasi hipertensi pada jantung, otak dan vaskular pada pasien yang berisiko tinggi terhadap kejadian kardiovaskular. Manfaat ini di luar manfaat penurunan tekanan darah independen terhadap tingkat penurunan tekanan darah. Penelitian di Jepang itu menurut dokter Santoso Karokaro, memberi manfaat bagi pasien hipertensi di Indonesia. Karena kesamaan sesama warga negara yang tinggal di Benua Asia. “Oleh karena itu jika ada suatu terapi yang dapat menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas, terutama di Asia, hal ini dapat memberikan manfaat bagi para pasien,”ujarnya.

Hasil KYOTO HEART study ini, memperkuat JIKEI Heart Study yang terdahulu sudah pernah dilakukan pada populasi pasien Asia. “Sehingga bagi Indonesia yang merupakan bagian dari Asia, Valsartan terbukti memiliki manfaat bagi pasien-pasien yang berisiko tinggi,”ujar dokter Santoso. Namun, selain obat-obatan tersebut prilaku hidup sehat sangat penting menghindari hipertensi, misalnya, menjaga makanan yang sehat dan proporsional, tidak minum alkohol, istirahat cukup, tidak stress dan tidak merokok.(AT)

Berita terkait

Pembangunan RS Muara Badak Siap Rampung Akhir Tahun

1 hari lalu

Pembangunan RS Muara Badak Siap Rampung Akhir Tahun

Progres pembangunan RS Muara Badak berjalan positif tanpa ada hambatan yang berarti.

Baca Selengkapnya

Presiden Jokowi Resmi Meluncurkan Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

1 hari lalu

Presiden Jokowi Resmi Meluncurkan Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

Pendidikan Dokter Spesialis menjadi penting mengingat rasio dokter dibanding penduduk Indonesia sangat rendah, yakni 0,47 per 1.000 penduduk.

Baca Selengkapnya

Fakta Miris Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis, Menkes: Jadi Masalah Hampir 80 tahun

2 hari lalu

Fakta Miris Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis, Menkes: Jadi Masalah Hampir 80 tahun

Jokowi menyebut pemerintah baru mampu mencetak 2.700 dokter spesialis per tahun. Sementara pemerintah membutuhkan 29 ribu dokter spesialis.

Baca Selengkapnya

Jokowi: Daerah Kepulauan Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis

2 hari lalu

Jokowi: Daerah Kepulauan Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis

Jokowi mengatakan kemampuan produksi dokter spesialis Indonesia hanya 2.700 per tahun.

Baca Selengkapnya

Delegasi PBB Evakuasi Pasien dari Rumah Sakit di Gaza Utara

4 hari lalu

Delegasi PBB Evakuasi Pasien dari Rumah Sakit di Gaza Utara

Delegasi PBB mengevakuasi sejumlah pasien dan korban luka dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara

Baca Selengkapnya

Dokter Bedah Ternama Gaza Tewas di Penjara Israel, Diduga Disiksa

5 hari lalu

Dokter Bedah Ternama Gaza Tewas di Penjara Israel, Diduga Disiksa

Seorang dokter bedah Palestina terkemuka dari Rumah Sakit al-Shifa di Gaza meninggal di penjara Israel setelah lebih dari empat bulan ditahan.

Baca Selengkapnya

Upaya Kemenkes Atasi Banyaknya Warga Indonesia yang Pilih Berobat ke Luar Negeri

11 hari lalu

Upaya Kemenkes Atasi Banyaknya Warga Indonesia yang Pilih Berobat ke Luar Negeri

Ada sejumlah persoalan yang membuat banyak warga Indonesia lebih memilih berobat ke luar negeri.

Baca Selengkapnya

1 Juta Warga Indonesia Berobat ke Luar Negeri, Kemenkes: Layanan Kesehatan Belum Merata

11 hari lalu

1 Juta Warga Indonesia Berobat ke Luar Negeri, Kemenkes: Layanan Kesehatan Belum Merata

Jokowi sebelumnya kembali menyinggung banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri dalam rapat kerja Kemenkes.

Baca Selengkapnya

PBB: Butuh 14 Tahun untuk Bersihkan Puing-puing di Gaza

11 hari lalu

PBB: Butuh 14 Tahun untuk Bersihkan Puing-puing di Gaza

Serangan Israel ke Gaza telah meninggalkan sekitar 37 juta ton puing di wilayah padat penduduk, menurut Layanan Pekerjaan Ranjau PBB

Baca Selengkapnya

Diet Mediterania Bantu Pasien Kurang Risiko Hipertensi

15 hari lalu

Diet Mediterania Bantu Pasien Kurang Risiko Hipertensi

Peserta diet Mediterania biasanya konsumsi lebih banyak sayuran, buah, kacang, biji-bijian, minyak sehat, serta ikan dan makanan laut jumlah sedang.

Baca Selengkapnya