Kamis, 20 September 2018

Profesi Teknologi Informasi Kian Laris Manis

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan keperluan pameran Consumer Electronics Show di Las Vegas, (4/1). Pameran teknologi informasi yang terbesar di AS ini akan dibuka pada pekan depan. AP Photo/Jae C. Hong

    Sejumlah pekerja menyelesaikan keperluan pameran Consumer Electronics Show di Las Vegas, (4/1). Pameran teknologi informasi yang terbesar di AS ini akan dibuka pada pekan depan. AP Photo/Jae C. Hong

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekerjaan di bidang teknologi informasi bukanlah ladang pekerjaan baru di Indonesia. Namun LinkedIn-jaringan profesional global-merilis data bahwa keberadaan para jagoan di bidang tersebut membawa pengaruh baru yang sangat besar dalam dunia bisnis Indonesia.

    "Sebagai negara dengan populasi orang muda yang terhubung secara digital sangat besar, terlihat jelas teknologi mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Indonesia," kata Olivier Legrand, Managing Director Asia-Pasifik LinkedIn. Baca: Seperti Apa Generasi Z di Dunia Pekerjaan?

    Menurut Olivier, hal itu dapat dilihat dari profil para profesional yang paling banyak dicari dan dikunjungi. "Mereka berhasil membangun serta mentransformasikan diri mereka, perusahaan mereka, bahkan industri yang mereka geluti secara lebih luas," kata dia. Garis merah yang menghubungkan mereka, dia berujar, adalah penguasaan teknologi informasi.

    Olivier mengatakan telah mengumpulkan 30 nama profesional tersebut dalam LinkedIn Power Profiles. Mereka di antaranya Achmad Zaky (pendiri dan CEO Bukalapak), William Tanuwijaya (co-founder dan CEO Tokopedia), serta Nadiem Makarim (pendiri dan CEO Go-Jek). Ada juga nama Shinta W. Dhanuwardoyo (pendiri dan CEO Bubu.com) dan Yunita Anggraeni (COO Geek Hunter).

    Dia menjelaskan, LinkedIn Power Profiles merupakan sebuah penghargaan untuk para anggota LinkedIn yang berprestasi dan paling banyak dikunjungi. Menurut dia, ini pertama kalinya para profesional dari Indonesia tergabung dalam daftar LinkedIn Power Profiles. Biasanya yang mengisi daftar ini adalah para profesional dari Australia, Singapura, India, dan Hong Kong. Baca: Di Kantor, Perbedaan Bisa Jadi Kekuatan

    Olivier mengatakan 60 persen profil dari Indonesia merupakan pemimpin pasar berkat perusahaan yang berbasis teknologi informasi. Dia mencontohkan Go-Jek, yang menjadi pemimpin di sektor transportasi karena berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Juga Tokopedia dan Bukalapak, yang berhasil membuat transaksi belanja menjadi lebih ringkas dan mudah.

    Di pasar tenaga kerja dalam negeri, profesi di bidang teknologi informasi pun kian laris-manis. Mayya Indriastuti, Manajer Operasional Daya Talenta Indonesia, perusahaan konsultan sumber daya manusia, mengatakan peningkatan itu disebabkan perkembangan industri yang tak bisa dilepaskan dari teknologi. "Terlebih saat ini hanya perusahaan yang bisa memanfaatkan teknologi tinggi yang sukses menguasai peta bisnis," kata dia.

    Menurut Mayya, hampir semua sektor usaha membutuhkan profesional yang cakap di bidang teknologi informasi. "Kebanyakan perusahaan saat ini sudah menggunakan teknologi tinggi, paling tidak pasti butuh pekerja yang cakap untuk merawatnya," kata dia. Kehadiran perusahaan rintisan yang dominan mengandalkan teknologi juga membawa pengaruh semakin banyaknya permintaan tenaga teknologi informasi yang andal.

    Mayya menuturkan, profesi-profesi di bidang teknologi informasi memerlukan keterampilan yang sangat spesifik. Dengan demikian, upah yang ditawarkan disesuaikan dengan kecakapan yang mereka miliki. Sama seperti spesialis di bidang lain, pengalaman kerja juga turut menjadi variabel yang mempengaruhi besaran upah.

    Selain itu, rekam jejak perusahaan umumnya turut mempengaruhi besaran upah yang ditawarkan. Misalnya, perusahaan jasa telekomunikasi yang sudah memiliki reputasi sangat baik. "Tapi itu semua relatif. Kalau fresh graduate rata-rata Rp 4 juta ke atas," kata dia.

    Gaji yang cukup besar ini membuat ladang teknologi informasi kian basah. Jobplanet pernah mengadakan survei gaji pegawai di bidang ini. Hasilnya, gaji rata-rata staf di bidang teknologi informasi di Indonesia adalah Rp 4 juta. Adapun gaji rata-rata manajer di bidang tersebut adalah Rp 8,5 juta. Angka ini belum termasuk bonus dan tunjangan.

    Namun ada data menarik yang ditemukan, yaitu besarnya kesenjangan atau rentang gaji yang diterima. Misalnya, rentang gaji staf application developer sebesar Rp 1,2 juta hingga Rp 27 juta dan staf product management Rp 1,3 hingga Rp 30 juta. "Tentunya setiap perusahaan memiliki standar pengupahan karyawan yang berbeda-beda, bergantung pada kemampuan perusahaan serta kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh pekerja," kata Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia.

    Achmad Zaky, pendiri dan CEO Bukalapak, mengatakan masa depan industri sangat erat dengan dunia digital. Menurut dia, kunci untuk berhasil adalah berani membangun jaringan global yang bisa mengembangkan karier maupun bisnis. "Menguasai teknologi merupakan keharusan untuk membangun jaringan ini," kata dia. diagnosa dini, program ini memfasilitasi pengembangan pusat inhalasi di lebih dari 300 puskesmas dan RSUD di Jakarta.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.