3 Jenis Anjing Populer yang Paling Aman Dipelihara

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anjing mengenali emosi manusia. google.com

    Ilustrasi anjing mengenali emosi manusia. google.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia memperingati Hari Rabies pada Kamis 28 September 2017.  Anda pasti lebih peduli lagi pada hewan peliharaan, termasuk memberinya vaksi rabies. Kalau hewan peliharaan bebas rabies, pasti Anda juga tenang dan aman.

    Hewan peliharaan tak dipungkiri bisa menjadi kawan menyenangkan saat kita dikepung stres dan capek yang melelahkan. Sudahkah Anda memiliki pilihan? Jangan bingung memilihnya. Laman PetMD menyebutkan Anda bisa memilih anjing keluarga yang baik berdasarkan tiga faktor utama yakni: temperamen, ukuran, dan tingkat energi.

    Baca:8 Fakta Rabies, 99 Persen Kematian Akibat Gigitan Anjing

    Petmd juga menulis 3 jenis anjing yang baik dipelihara di rumah, yaitu:

    Golden Retriever
    Golden Retriever adalah sejenis anjing yang percaya diri, cerdas, baik hati, dan setia. Tidak agresif atau malu-malu, Golden Retriever sangat sabar dan suka bermain, sehingga mereka cocok untuk anak-anak.

    Labrador Retriever
    Jenis anjing ini termasuk yang paling populer. Labrador Retriever sangat menyenangkan, sabar, penuh kasih, protektif, dan dapat diandalkan. Mereka membutuhkan banyak latihan (mereka juga suka berenang!), Jadi pastikan keluarga Anda suka berada di luar ruangan. BacaRabies, di Bali Kasusnya Tertinggi? Simak Peta Penyebarannya

    Poodle
    Selain potongan rambut mereka yang khas, pudel juga merupakan anjing yang sangat cerdas dan lembut. Jenis ini tersedia dalam ukuran miniatur dan standar, yang berarti Anda dapat memilih ukuran Poodle spesifik yang paling sesuai dengan lingkungan hidup Anda. Uniknya, Mereka cocok untuk anak-anak dengan alergi, karena mereka sedikit menularkan alergi.

    RENDRAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.