Mau Jadi Ahli Kopi, Tahu Syarat Utamanya?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ir Yusianto (51 tahun), salah satu penguji kopi, sedang menilai rasa kopi yang diuji di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Kaliwining, Jember, Jumat (07/13).  Pengujian kopi dan kakao berdasarkan standar Specialty Coffee Associaton of America (SCAA) ini unt

    Ir Yusianto (51 tahun), salah satu penguji kopi, sedang menilai rasa kopi yang diuji di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Kaliwining, Jember, Jumat (07/13). Pengujian kopi dan kakao berdasarkan standar Specialty Coffee Associaton of America (SCAA) ini unt

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyeduh kopi profesional  Evani Jesslyn mengatakan syarat utama menjadi seorang barista adalah dia harus bisa merasakan kopi. Barista adalah orang yang ahli mempersiapkan, menyajikan dan membuat berbagai jenis minuman berbahan dasar kopi.  “Kopi itu rasanya banyak, seorang barista harus tahu membedakannya,” kata Evani saat dihubungi Jumat 29 September 2017.

    Menurut Evani, kopi itu memiliki rasa yang beragam. Ada yang memiliki rasa fruity, kayu, bunga. Ada pula rasa citrus, apel. “Semua tentunya bisa dipelajari kok,” katanya. Baca: Matte Black Latte, Kopi Unik Bertema Gotik
    Selain itu, seorang barista pun didorong bisa membedakan kualitas kopi mentah. Ia harus tahu bagaiaman contoh kopi mentah yang baik dan tidak.

    Pendiri Ranin Coffee House Bogor, Tejo Pramono, membenarkan bahwa kopi memiliki banyak rasa. Orang awam biasanya hanya menjawab tiga kata bila ditanya soal rasa kopi: enak, pahit, mantap. Padahal, ada aroma nangka matang, pahit, jagung bakar, rebusan kacang hijau, santan, cengkih, kacang mede, bumbu pecel. Atau bahkan aroma kayu lapuk yang biasanya muncul dari kopi yang terlalu lama disimpan di gudang.

    Evani yang juga sudah menjadi Q-Grader, membuka kelas untuk barista muda selama Senin 25 September hingga Ahad 1 Oktober 2017. Dalam kelasnya itu, Evani mengundang ahli kopi dari Italia, Ermanno Perotti dan ahli Latte Art yang sudah memenangkan kompetisi Latter Art dunia, Arnon Thitiprasert.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.