Sabtu, 24 Februari 2018

Banjir Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Reporter:

Terjemahan

Editor:

Mitra Tarigan

Rabu, 4 Oktober 2017 19:35 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir Bisa Ganggu Kesehatan Mental

    Sejumlah warga berjalan menerobos banjir yang diakibatkan oleh badai Harvey di Beaumont Place, Texas, 28 Agustus 2017. Sekitar 2.000 orang mengungsi karena hantaman Badai Harvey yang juga menyebabkan hujan lebat yang menyebabkan banjir dahsyat. REUTERS/Jo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sebagian orang, banjir merupakan kejadian biasa. Mungkin saja rumahnya hampir setiap tahun kebanjiran saat musim penghujan. Namun, tanpa disadari, banjir bisa menimbulkan gangguan kesehatan mental bagi korban.

    Kebanyakan korban banjir mungkin akan lebih mewaspadai penyakit fisik yang bisa dialami. Ada yang waspada terhadap penyakit kulit, flu, atau diare. Namun apakah ada yang sudah mewaspadai penyakit mental akibat bencana guyuran air ini?

    Dikutip dari laman Psychologytoday.org, penyakit mental bisa terjadi saat banjir karena rasa ketakutan akibat hanya sedikit tempat yang aman dari kerusakan air. Kehilangan daya listrik yang berkepanjangan pun telah terbukti merusak secara psikologis karena melahirkan rasa keterasingan atau isolasi. Rasa panik pun dirasakan karena banjir mengganggu distribusi sumber penghidupan, seperti air, makanan, dan pakaian. Selain itu, ada pula rasa waswas karena kontaminasi penyakit yang muncul saat banjir.

    Baca: Tujuh Cara Bertahan Saat Bencana Banjir Datang

    Untuk membantu memulihkan kondisi psikis para korban banjir bisa dilakukan dengan komunikasi. Selain itu, diperlukan kesabaran korban menghadapi bencana serta kesabaran tenaga medis dan relawan dalam membantu korban banjir. Toleransi kepada korban serta keterhubungan antarwarga dan korban banjir juga bisa mengurangi perasaan khawatir yang dialami sebagian korban banjir.

    RENDRAWATI

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.