Periksa Mata Secara Teratur, atau 2 Hal Ini Mengintai

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata biru.

    Ilustrasi mata biru.

    TEMPO, Jakarta - Penyakit bisa datang kapan saja dan di mana saja termasuk di organ mata. Dokter spesialis mata Rita Polana mengatakan sebaiknya setiap orang memeriksakan matanya setahun sekali. “Minimal setahun, bisa di puskesmas,” katanya di acara diskusi media di Jakarta Jumat 6 Oktober 2017.

    Dengan memeriksakan mata secara teratur seseorang bisa mengetahui lebih dini berbagai kelainan matanya. Bisa saja ada kelainan refraksi alias kondisi dimana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas, sehingga bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam. Pada mata normal, cahaya yang masuk akan difokuskan tepat pada retina (saraf mata) dan menghasilkan bayangan benda yang jelas. Kelainan lain yang mungkin terjadi pada pasien adalah penyakit katarak atau penyakit ganas lain seperti kanker.

    Baca juga: 
    4 Faktor Penyebab Kematian Bos Playboy, Hugh Hefner
    Teh Panas Bisa Picu Kanker, Begini Saran Dokter

    Rita mengatakan dalam pemeriksaan rutin, seseorang akan dicek ketajaman penglihatannya. Apakah orang itu mengalami masa rabun jauh atau rabun dekat. Menurutnya, bisa saja setiap tahun seseorang akan mengalami penambahan minus di mata. “Hal ini perlu diperhatikan,” katanya.  

    Selain itu, ada pula pemeriksaan tekanan bola mata. Bisa saja, si pasien ternyata menderita glaukoma. Glaukoma adalah penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi, sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak. Kerusakan ini tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kebutaan pada tahapan yang parah.

    Glaukoma dapat merusak penglihatan dengan perlahan. Seringkali pasien tidak menyadari memiliki penyakit itu sampai akhirnya kerusakan yang terjadi sudah pada tahap lanjut. Dengan melakukan pemeriksaan secara teratur, maka pencegahan dini bisa dilakukan. Rita juga menyarankan agar skrining glaukoma sangat penting pada pasien dengan riwayat keluarga memiliki glaukoma, berusia diatas 40 tahun ataupun mengidap penyakit diabetes melitus.

    Rita sendiri selaku dokter mata harus rajin memeriksakan matanya. Ia mengatakan organ mata yang menjadi objek pemeriksaannya sangat lembut dan memiliki banyak cairan dan lapisan yang ekstra bening. Ketika seorang dokter mata menggunakan laser untuk memberikan tindakan kepada pasiennya, ketepatan titik-titik mata yang perlu ditembakan laser tidak boleh salah. “Kalau meleset sedikit, bisa saja mengakibatkan kebutaan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.