Selasa, 19 Juni 2018

Dibombardir Cinta? Hati-hati Mungkin Si Dia Sosiopath

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Cinta. footage.shutterstock.com

    Ilustrasi Cinta. footage.shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda pernah dibombardir perhatian dan rasa cinta yang luar biasa oleh kekasih, namun kemudian semua itu berubah perlahan? Jika ya, mungkin Anda mengalami love bombing yang manipulatif.  

    Menurut seorang psikiatris Dale Archer, love bombing adalah hubungan memusingkan ketika seseorang akan diberi perhatian, hadiah, cinta dan janji di masa depan oleh pasangannya.

    Bagi korban, dia tidak tahu bahwa ia sedang ditipu dan ia tidak bisa melihat bahwa orang yang melakukan itu betul-betul tulus terhadapnya, apalagi karena ia berkomunikasi secara rutin setiap hari lewat pesan singkat atau telepon.

    Baca juga:
    7 Jurus Menjadi Kaya dan Tetap Kaya
    The Third Wife, Buku tentang Teka Teki Istri Ketiga
    8 Jurus Ampuh Agar Utang Tak Mencekik Lagi

    Periode ini biasa dikenal dengan istilah 'bulan madu' karena memang serasa pengantin baru yang penuh cinta dan dunia serasa milik berdua.

    Tujuan pelaku melakukan itu adalah agar korban (yang mana adalah kekasihnya) menjadi tergantung kepadanya. Setelah periode 'bulan madu' ini selesai, pelaku akan menunjukan sikap tidak peduli dan menunjukkan sifat aslinya.

    Terdapat perubahan yang sangat signifikan setelah melewati fase tersebut. Pelaku yang semula memberi perhatian dan cinta tiba tiba menjadi pemarah dan mengekang dengan alasan yang tidak jelas. Tiba tiba Anda merasa tidak nyaman, tidak percaya diri, dan sedih. Dan itu adalah tanda bahaya bagi Anda.

    Biasanya pelaku yang melakukan love bombing adalah orang narsis atau sosiopath.

    Joe Pierre, seorang profesor psikiatri dan ilmu biobehavioral dari UCLA menulis dalam Psychology Today tentang mengapa seseorang bisa jatuh cinta pada seorang narsis atau sosiopath.

    Ia menjelaskan bahwa narsis akan tampak sangat menarik dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, ambisi, pemimpin dan tampak hebat.

    Menurut Pierre, ketika mencari pasangan, aspek dari narsis ini justru sering terlihat menarik. Padahal di saat yang bersamaan, orang narsis menjadi sangat arogan, tidak memiliki empati, mengeksploitasi dan mendominasi.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 10 Negara Teraman di Dunia. Indonesia Salah Satunya

    Lembaga survei Gallup baru saja merilis survei negara teraman di dunia. Indonesia masuk sepuluh besar.