Kamis, 20 September 2018

Jokowi Mantu, Perbedaan Beskap Surakarta dan Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beskap Surakarta. polrestasurakarta.com

    Beskap Surakarta. polrestasurakarta.com

    TEMPO,  Solo - Keluarga Presiden Joko Widodo memesan 70 pakaian tradisional Jawa berupa beskap ke perajin Busana Jawi, Keprabon, Solo. Pakaian pria itu akan digunakan oleh para kerabat dalam pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Afif Nasution pada November mendatang.

    Pakaian yang dipesan adalah beskap dengan gaya Surakarta. Meski memiliki kedekatan jarak dan kultur, pakaian tradisional gaya Surakarta berbeda dengan gaya Yogyakarta. Pakaian tradisional Jawa gaya Yogyakarta lebih dikenal dengan sebutan surjan.

    Beskap Yogyakarta. tjokrosuharto.com
    “Sebenarnya surjan itu dulunya dari Surakarta juga,” kata pemilik usaha Busana Jawi Sugiyatno kepada Tempo, Senin 9 Oktober 2017. Namun, surjan akhirnya dipakai oleh Keraton Yogyakarta seusai kerajaan penerus Mataram Islam itu pecah dalam Perjanjian Giyanti.

    Baca juga: Keluarga Jokowi Pesan 70 Beskap untuk Pernikahan Kahiyang Ayu

    Pada saat perpecahan tersebut, terjadilah palihan nagari, di mana aset-aset kerajaan dibagi menjadi dua bagian untuk Keraton Kasunanan Surakarta dengan Keraton Kasultanan Yogyakarta. “Semua dibagi, termasuk pakaian adatnya,” kata dia.

    Penguasa Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwana III akhirnya merancang pakaian baru yang digunakan untuk kerajaannya. “Akhirnya terciptalah pakaian beskap gaya Surakarta,” kata Sugiyatno. Pada masanya, raja tersebut memang banyak membuat pembaruan di bidanhg budaya. Baca juga:Mau Jadi Menantu Presiden? Belajar dari Calon Suami Kahiyang Ayu

    Menurut pria yang akrab dipanggil dengan sapaan Pakdhe No itu, terdapat perbedaan mendasar antara beskap dengan surjan. “Surjan kancing bajunya di kanan, sedangkan beskap berada di kiri,” katanya. Ada pula surjan yang memiliki kancing di tengah kerah.

    Selain itu, pakaian beskap memiliki lengkungan di bagian belakang sehingga bisa tetap rapi saat penggunanya memasang keris. “Sedangkan di surjan tidak berongga sehingga pakaian terlipat saat kerisnya terpasang,” kata Pakdhe No. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.