Nglelet, Tradisi Menikmati Kopi dan Rokok Sekaligus

Proses Ngelet Kopi (1) ; Foto PITO AGUSTIN RUDIANA

TEMPO.CO, Jakarta - Batang-batang rokok berdiri berjajar di dalam kotak mika. Tak seperti biasanya, kali ini rokok-rokok itu penuh hiasan batik pada kertas putih pembungkus tembakaunya.

Ada motif bunga, ada motif garis yang diukir melingkari batang rokok dari pangkal hingga ke ujung. Batang-batang rokok itu pun tak lantas menjadi pajangan. Melainkan tetap bisa disulut, dihisap, dan dinikmati perokok seperti biasanya.

Baca juga: Hati-hati Curhat di Media Sosial, Belajar dari Lyra Virna

“Karena membatiknya pakai kopi,” kata Zaenuri, 38 tahun, pemilik warung kopi asal Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah saat ditemui Tempo di tengah acara Kampung Buku Jogja #3 di Foodpark Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis, 5 Oktober 2017 sore lalu.

Ngelet Kopi 3 (Foto : PITO AGUSTIN RUDIANA)
Dia pun mengisahkan nglelet (meleleti, dari kata dasar lelet) atau mbolot yang ternyata telah menjadi tradisi turun-temurun di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang sejak 1980-an. Nglelet itu sendiri merupakan kegiatan mengoleskan (meleleti) batang rokok dengan ampas kopi. Berawal dari kebiasaan orang-orang di Lasem ketika nongkrong di warung kopi.

Baca: Mau Pasang Iklan di Instagram? Intip Tarifnya di Akun Syahrini

Sembari mengobrol ngalor ngidul, mereka memesan kopi dan mengisap rokok. Ketika gelas kopinya tandas, tetapi perbincangan masih mengalir, tangan mereka pun sibuk meleleti batang rokok yang akan mereka isap dengan ampas kopi menggunakan sendok. Awalnya, leletan kopinya memenuhi batang rokok hingga penuh dengan polesan kopi hitam kecokelatan. Leletannya pun dirasa lebih tebal.

“Kalau rokok dibakar, habisnya akan lebih lama,” kata Zaenuri.

Kenikmatan bercengkerama dengan teman-teman di warung kopi pun semakin lama pula. Kebiasaan itu pun ditularkan pekerja dan remaja asal Sale yang bekerja atau pun bersekolah di Lasem. Saat pulang ke Sale, mereka membawa rokok-rokok penuh dengan leletan kopi. Akhirnya warung kopi yang menyediakan lelet pun kian menjamur. Termasuk Zaenuri yang semula sekedar penikmat rokok lelet, kini juga telah membuka warung kopi di Sale. 

Proses Ngelet Kopi (1) ; Foto PITO AGUSTIN RUDIANA
Kopi yang digunakan untuk nglelet pun harus digiling halus dengan skala gilingan paling lembut. Penggilingannya pun harus diulang hingga 4-6 kali.

“Harus benar-benar lembut. Kalau kopi sachetan itu kurang halus, juga sudah ada campurannya,” kata Zaenuri.

Ampas kopi yang mengendap di dalam gelas dituang ke lepek atau piring kecil. Kemudian disaring dengan tisu. Sebelum digunakan untuk nglelet, ampas kopi itu diberi campuran gula merah. Namun lebih praktis menggunakan susu kental yang berwarna cokelat.

“Gula merah atau susu kental itu untuk merekatkan ampas kopi pada rokok,” kata Zaenuri.

Kebiasaan yang sama pun ternyata juga dijumpai di Tulungagung, Jawa Timur. Istilahnya berbeda, yaitu cethe yang berarti endapan, sedangkan proses membatik dengan kopi disebut nyethe. Berawal dari kebiasaan pembatik kain asal Kecamatan Kalangbret, Jawa Timur. Sembari menunggu kain batik yang dijemurnya mengering, mereka juga membatik rokok dengan kopi.  Baca: Bohong ala Dwi Hartanto, Bagaimana Solusinya?

“Sejak beberapa tahun terakhir, sudah tidak asal nglelet. Tapi dibuat dengan motif batik,” kata Zaenuri.

Alat leletnya pun bukan lagi sendok yang biasa untuk mengaduk kopi, melainkan batang korek api yang diruncingi atau pun tusuk gigi. Cara memegang rokok yang akan dilelet pun ada caranya. Bagian pangkal rokok dijepit jempol dan telunjuk, bagian ujung rokok mengarah kepada penglelet. Bagi yang sudah piawai, satu batang rokok hanya membutuhkan waktu 1-2 menit. Orang yang nglelet biasanya adalah pemilik rokok yang nongkrong di warung kopi itu sendiri. Namun ada pula yang memesan dalam jumlah banyak, seperti satu pak rokok yang berisi 12-16 batang.

“Biasanya ada pekerja di Jakarta yang pulang kampung. Terus minta dileletin sebelum kembali ke Jakarta,” kata Zaenuri.

Ngelet Kopi ; Foto: PITO AGUSTIN RUDIANA
Untuk nglelet satu pak rokok pun harus dilakukan satu per satu dan hati-hati. Rokok yang sudah dileleti rokok harus segera dimasukkan ke dalam kotaknya agar kondisi rokok masih dalam keadaan baik.

Bagi Divisi Jaringan Komunitas Kretek Indonesia, Jibal Windyas, merokok dengan leletan kopi menimbulkan sensasi aroma yang khas.

“Rasanya seperti biji kopi yang dibakar,” kata Jibal yang belajar nglelet sejak 2012 lalu.

Tradisi nglelet atau pun nyethe, menurut Jibal juga bisa menjadi win win solution atas pro kontra rokok yang muncul hingga hari ini. Bahwa merokok kretek dan nglelet adalah sebuah tradisi turun-temurun masyarakat Indonesia yang semestinya tidak dihapus begitu saja karena pertentangan tersebut.

“Konyol kalau bagian dari kultur itu dihapus. Solusinya, merokoklah yang tertib di tempat yang disediakan,” kata Jibal.






Perusahaan Rokok Kretek Gelar Safety Riding, Dibantu Honda Jateng

20 jam lalu

Perusahaan Rokok Kretek Gelar Safety Riding, Dibantu Honda Jateng

Perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia PT Nojorono Tobacco International menyelenggarakan kegiatan safety riding pada 12-12 Februari 2023.


Bisnis Teh Lokal Indonesia Melejit Setelah Pandemi, Gunakan Jaringan Medsos

2 hari lalu

Bisnis Teh Lokal Indonesia Melejit Setelah Pandemi, Gunakan Jaringan Medsos

Ifana Azizah hampir tak sempat duduk seharian karena sibuk melayani pembeli teh di pameran Indonesia Tea Culture.


Mario Aji Akan Pakai Helm Batik di Moto3 2023

3 hari lalu

Mario Aji Akan Pakai Helm Batik di Moto3 2023

Mario Aji mendapatkan ubahan tampilan dalam mengarungi Grand Prix Moto3 2023 dengan menggunakan helm batik khas Indonesia.


Manfaat Minum Kopi 2-4 Cangkir Tiap Hari Turunkan Risiko Kematian, Ini 6 Khasiat Lainnya

4 hari lalu

Manfaat Minum Kopi 2-4 Cangkir Tiap Hari Turunkan Risiko Kematian, Ini 6 Khasiat Lainnya

Hampir kebanyakan orang suka minum kopi setiap hari, apa manfaat yang diperoleh bagi kesehatan?


Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

4 hari lalu

Viral Bayi 7 Bulan Dicekoki Kopi Saset oleh Ibunya, Ini Bahayanya

Media sosial dihebohkan dengan aksi ibu yang memaksa bayinya meminum kopi saset. Bisa mengundang bahaya bagi bayi 7 bulan itu.


Ini Dampak Buruk yang Dirasakan Balita saat Diberi Kopi Saset

4 hari lalu

Ini Dampak Buruk yang Dirasakan Balita saat Diberi Kopi Saset

Hindari memberi kopi untuk balita, ini berbagai dampak buruknya.


17 Rekomendasi Kafe di Probolinggo yang Hits dan Kekinian

5 hari lalu

17 Rekomendasi Kafe di Probolinggo yang Hits dan Kekinian

Daftar rekomendasi kafe di Probolinggo dengan tampilan minimalis sampai mewah, serta cocok untuk anak muda kekinian.


8 Tips Mencegah Noda pada Gigi bagi Peminum Kopi

5 hari lalu

8 Tips Mencegah Noda pada Gigi bagi Peminum Kopi

Menurut dokter gigi, apa pun yang dapat menodai pakaian juga dapat memberi noda pada gigi.


Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

6 hari lalu

Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

Bukan hanya untuk mengontrol konsumsi rokok, cukai tembakau bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas umum.


Alasan Balita Belum Boleh Diberi Kopi

6 hari lalu

Alasan Balita Belum Boleh Diberi Kopi

Pakar mengatakan balita belum boleh diberi kopi karena pencernaannya sedang berkembang dan belum cukup mengenal makanan yang seharusnya disantap.