Kamis, 20 September 2018

Tempat Kerja Jauh Picu Gangguan Jiwa, Cek 3 Solusinya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria galau. shutterstock.com

    Ilustrasi pria galau. shutterstock.com

    TEMPO, Jakarta - Jauhnya jarak antara rumah dan kantor ternyata bisa memicu masalah kejiwaan pada pekerjanya. Paling tidak begitu disebutkan Psikiater Sylvia Detri Elvira.

    Diperkirakan, meski belum ada penelitiannya, risiko masalah kejiwaan ini lebih tinggi dialami mereka yang jauh jarak rumah dan kantornya dibanding mereka yang jarak rumah dan kantornya dekat. 

     "Di kota besar seperti Jakarta, salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa adalah karena tempat kerja terlalu jauh dari rumah (walau masih banyak faktor lainnya)," katanya Senin 9 Oktober 2017.

    Sylvia mengatakan banyak sekali pekerja di Jakarta yang tinggal di kota-kota penyangga ibu kota, seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, Depok. Agar tidak telat ke kantor, para pekerja ini harus berangkat pagi sekali, tak heran, ketika sampai di rumah pun, mereka akan larut malam. Jarak perjalanan yang panjang bisa membuat para pekerja ini mengalami banyak hal.

    Baca juga:
    Bohong ala Dwi Hartanto, Bagaimana Solusinya?
    7 Faktor Pemicu di Kantor yang Mengancam Kesehatan Jiwa 
    Hati-hati Curhat di Media Sosial, Belajar dari Lyra Virna

    Bisa saja para pekerja ini harus mengalami kemacetan yang panjang. Bisa pula untuk mencapai kantornya, para pekerja harus berpindah-pindah menggunakan angkutan umum. "Bisa dari naik ojek, lalu pindah naik kereta api, atau pindah lagi naik taksi," katanya.

    Ketika pulang larut malam dari kantor pun para pekerja ini pastinya sering ditinggal tidur oleh anak dan istrinya "Pekerja ini jadi jarang ketemu pasangan atau ketemu dan berinteraksi dengan anak. Hal itu berbahaya," katanya.

    Sylvia mengatakan gangguan jiwa bisa dialami seseorang karena tiga hal. Pertama dalam hal biologi.Secara biologi, orang bisa terlahir dengan saraf yang rentan memiliki masalah kejiwaan. Faktor kedua adalah psikologi. Bagaimana orang dibesarkan di lingkungan keluarganya, bagaimana hubungan dia dengan saudara kandung dan orang tuanya. Ketiga masalah sosio kultural.Dalam hal ini bagaimana hubungan dia dengan temen-temannya. "Kalau orang yang jarak kantor dan rumah jauh, bisa akibatkan gangguan jiwa karena faktor sosio kulturaL dan psikologi," kata Sylvia.

    Untuk menyelesaikannya Sylvia menyarankan beberapa langkah untuk menghindari adanya penyakit kesehatan jiwa bagi orang yang rumahnya jauh dari kantor. Pertama menyadari apa yang baik bagi dirinya. Misalnya dengan menerima kondisi. Ketika menghadapi konflik dengan teman pun di kantor bisa diselesaikan dengan kondisi dingin.

    Kedua, para pekerja yang rentan ini perlu memiliki waktu jeda dari kantor. Mereka bisa beristirahat dan berekreasi. "Manusia itu, secara fisik dan mental itu butuh istirahat, dan minimal sabtu pekan, kalau sebulan tidak istirahat bisa burn out," kata Sylvia.

    Silaturahmi dengan keluarga dan sahabat pun bisa menjadi salah satu solusi untuk menghindari masalah jiwa bagi orang-orang ini. Gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi serta berolahraga pun bisa melatih kebugaran tubuh dan menyehatkan jiwa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.