Kamis, 20 September 2018

Bugar di Usia Matang? Triawan Munaf Push Up dan Sit Up 200 Kali

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Triawan Munaf. wikipedia.org

    Triawan Munaf. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf ragu ketika hendak memakan kue pastel saat berkunjung ke Tempo. “Seharusnya saya tidak makan ini, tapi karena lagi laper,” katanya sambil tertawa di Gedung Tempo Selasa 11 Oktober 2017.

    Menurut Triawan, ia sudah banyak tahu tentang bagaimana cara hidup sehat. Sayang, sejak ia menjabat sebagai Kepala Bekraf, ia sangat jarang berlatih otot di tempat fitness. “Saya dulu bisa tiga hingga empat kali latihan di tempat fitness. Tapi saya bertekad lagi kok untuk latihan fitness,” kata pria kelahiran 1958 ini serius. Baca: Diet Es Batu, Benarkah Dapat Menurunkan Berat Badan?

    Karena sedang sangat jarang berolahraga, ia pun mencoba mengatur makanannya. Ayah penyanyi Sherina Munaf ini mengaku sudah terbiasa meminum dua gelas air putih hangat dicampur lemon setiap pagi. Lalu ia pun memperbanyak makan buah, dan sayur. Tak lupa, ia mengurangi mengkonsumsi nasi. “Tapi saya baru beli nasi hitam yang wanginya seperti ketan dan kaya serat. Bagus untuk tubuh,” katanya.

    Triawan menjelaskan bahwa bila seseorang ingin kurus, sebaiknya berolahraga saat perut sedang kosong, sehingga pembakaran yang dilakukan adalah lemak yang sudah ada di dalam tubuh, bukan makanan baru. Ia pun menambahkan bahwa bila ingin kurus, yang terpenting adalah berlatih mengangkat beban di tempat fitnes, bukan hanya latihan cardio. “Jadi urutannya, latihan beban, cardio, lalu makan. Hal ini untuk memberikan nutrisi setelah pembakaran setelah olahraga. Saya sudah mencobanya dan sempat kurus,” katanya. Baca: 8 Jenis Diet Ini Tengah Digandrungi, Anda Pilih yang Mana?

    Karena lama tidak berolahraga ada hal lain yang dilakukannya untuk mengganti pembakaran kalorinya itu. “Saya ini setiap hari melakukan sit up dan push up sebelum mandi. Masing-masing 200 kali,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.