Minggu, 24 Juni 2018

Waspadai Efek Psikologi Film Horor

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang menonton film horor. Science Daily

    Ilustrasi orang menonton film horor. Science Daily

    TEMPO.CO, Jakarta -Penyanyi Isyana Sarasvati terkena efek samping setelah menonton film horor garapan Joko Anwar, Pengabdi Setan. Melalui Insta Story, dia curhat tidak bisa tidur usai menonton film besutan Joko Anwar itu. "Kami korban Pengabdi Setan malam ini," tulis Isyana Sarasvati di akun instagram-nya.

    Apakah Anda akan merasakan takut seperti Isyana saat menonton film hantu? Atau Anda merasakan hal yang justru sebaliknya? Ternyata film horor memiliki pengaruh secara psikologis kepada penontonnya. Baca: Menonton Film Horor, Bukti Seorang Pria Telah Dewasa?

    Dikutip dari laman Huffingtonpost, setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap film bergenre ini. Meskipun belum ada jawaban pasti tentang mengapa setiap orang mendapatkan sensasi yang berbeda dari film horor. Ada beberapa penjelasan yang mungkin dari Ahli Sosiolog:

    1. Orang yang menyukai film horor mengalami stres berbeda
    "Orang yang suka mencari sensasi mungkin tertarik pada film-film horor karena hal tersebut menunjukkan bagaimana reaksi tubuh mereka terhadap stres," kata Margee Kerr, seorang sosiolog yang mempelajari ketakutan dan pengarang "Scream: Chilling Adventures in the Science of Fear".

    Film yang merangsang rasa takut akan menendang denyut jantung seseorang dan membuat tubuh terasa seolah perlu mengeluarkan energi. "Bagi orang yang tidak menyukai horor, tubuh mereka mungkin menafsirkannya hampir seperti serangan panik," Kata Margee.

    2. Orang yang membenci film horor mungkin orang sangat sensitif
    Orang yang sangat sensitif, atau yang dikenal dengan Highly Sensitive Person (HSP), adalah orang yang memiliki sifat berempati yang tinggi daripada rata-rata orang. Kondisi ini berarti mereka mungkin memiliki reaksi fisiologis yang berbeda atau lebih intens terhadap film kekerasan atau seram, kata periset HSP. Baca: Paradoks Film Horor, Dampaknya Bisa Bertahun-tahun

    3. Pengalaman masa kecil ikut mempengaruhi perasaan seseorang tentang ketakutan
    Orang-orang yang memiliki pengalaman positif saat mereka masih kecil, disebut memiliki pengalaman yang "menyenangkan menakutkan", yaitu sebuah pengalaman yang mengejutkan, namun tidak berkontribusi pada ketakutan nyata, dan sudah memiliki konsep internal yang merangkai aktivitas menakutkan tertentu dengan cara yang menarik, kata Margee. Namun, jika anak-anak sering ditakuti oleh orangtuanya tentang hal-hal menakutkan, nantinya mereka akan ketakutan dengan film horor. Baca: Film Horor Bisa Terekam di Alam Bawah Sadar Anak

    4. Film horor sebagai cara untuk terhubung dengan orang lain
    Film horor menyenangkan bagi beberapa orang saat mereka bisa menonton bersama dengan orang yang dicintai. "Ini bisa menjadi pengalaman ikatan sosial yang sangat indah," kata Margee. 

    Kondisi psikologis di bawah tekanan selalu menimbulkan stres. Jadi, jika seseorang pergi dengan orang terdekat mereka dan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan menakutkan, seperti menonton film horor, perasaann positif akhirnya terbentuk, sehingga melahirkan kenangan yang baik.

    RENDRAWATI | MT


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.