Kamis, 16 Agustus 2018

Gula Rafinasi, Kenapa Tak Boleh Dikonsumsi Berlebihan?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hardinsyah, MS, berujar gula rafinasi memiliki kandungan kalori yang sama dengan gula konsumsi. Artinya, gula kristal tersebut boleh dikonsumsi masyarakat.

    “Boleh (dikonsumsi), hanya masalahnya, itu (gula rafinasi) kan impor,” kata Hardinsyah ketika dihubungi Tempo, Jumat, 3 November 2017.

    Distribusi gula kristal rafinasi ke 56 hotel mewah dan kafe di Jakarta menjadi perdebatan saat ini. Permasalahan itu muncul ketika Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI menyelidiki dugaan penyimpangan gula kristal rafinasi setelah melakukan penggeledahan di PT CP di Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat.

    Baca juga: iPhone X , Cincin Berlian, Wisata Karibia? Mana yang Lebih Asyik?

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Agung Setya menyebut, gula kristal rafinasi biasanya digunakan untuk industri dan tak dijual di pasaran. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 Tahun 2015 Pasal 9.

    Menurut Hardinsyah, gula kristal rafinasi tak boleh dikonsumsi berlebihan lantaran dapat meningkatkan risiko kegemukan dan hiperglikemia (kadar gula dalam darah lebih tinggi daripada nilai normal).

    Dia menjelaskan, perbedaan gula kristal rafinasi dan gula konsumsi terdapat pada proses pembuatan dan bentuk. Karena itu, Hardinsyah melihat, dugaan penyimpangan distribusi gula kristal rafinasi saat ini condong mempersoalkan aspek ekonomi-politik.

    Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 Tahun 2015 Pasal 9 tertulis, bahan baku gula rafinasi (refined sugar) berupa gula kristal mentah atau gula kasar (raw sugar) impor.

    “Indonesia menghasilkan gula konsumsi dari petani tebu. Jadi, kalau rafinasinya dijual, akan mengancam persaingan harga, mengancam kedaulatan gula, istilahnya,” tutur pria yang juga Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi) ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.