Jokowi Mantu, Begini Pesan Sang Bapak pada Kahiyang Ayu

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat sungkeman putrinya, Kahiyang Ayu. Media Centre/Allseasonphoto

    Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat sungkeman putrinya, Kahiyang Ayu. Media Centre/Allseasonphoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpesan kepada putri semata wayangnya Kahiyang Ayu yang akan disunting oleh Muhammad Bobby Nasution agar bersabar dalam berumah tangga.

    "Kalau saya hanya hati-hati membina rumah tangga, yang sabar, yang sabar," kata Jokowi menjelaskan ucapan yang dibisikkan kepada Kahiyang saat prosesi sungkeman di kediaman Presiden di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah pada Selasa.

    Baca juga: Selain Kahiyang Ayu, Ini Pernikahan Lain yang Ramai Diliput Media

    Menurut Presiden, dirinya bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo terharu saat prosesi sungkeman putrinya yang akan disunting Bobby pada Rabu 8 November 20-2017.

    Presiden juga mendoakan rumah tangga Kahiyang dan Bobby langgeng dan juga mengharap doa dari masyarakat.

    "Karena apapun Kahiyang ini sudah dari kecil sampai besar setiap hari bersama di rumah dan besok Insya Allah setelah ijab qobul sudah mandiri membangun keluarga sendiri dan kita berdoa dan mohon doa restunya agar Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution bisa membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah," kata Presiden.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan makna dari prosesi siraman dalam pernikahan adat Jawa adalah untuk membersihkan hati dan pikiran calon pengantin.

    "Siraman telah selesai Alhamdulillah semuanya berjalan lancar baik mulai dari awal sampai akhir," jelas Presiden.

    Prosesi pra pernikahan Kahiyang-Bobby akan dilanjutkan pada Selasa malam yaitu midodareni di kediaman Jokowi.

    Untuk akad pernikahan akan dilangsungkan pada Rabu pagi di Graha Saba Buana, Solo. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.