Gejala Diabetes Tidak Terasa, Waspadai Dampak Komplikasinya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit diabetes sering tidak disadari seseorang. Alasannya gejala yang muncul bisa saja tak terasa.

    Kadar gula yang tinggi bila tak mendapat penanganan bisa memunculkan gangguan di organ tubuh lain, atau komplikasi dan inilah yang mesti diwaspadai, kata Ketua Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo Imam Subekti.

    "Apa yang ditakuti dari diabetes? Bukan gejala. Karena kadang tak terasa. Kalo sudah ada gejala, proses gula tinggi sudah lama. Tetapi komplikasinya yang ditakuti. Kalau sudah komplikasi tidak bisa mundur lagi," ujar dia di Jakarta, Kamis 9 November 2017.

    Baca: Mengapa Luka Penderita Diabetes Banyak di Kaki? Simak Kata Ahli

    Sejumlah organ yang bisa terganggu, antara lain jantung, mata, saraf, ginjal, dan tungkai. Oleh karenanya, penyandang diabetes tak semata mengalami gejala khas, seperti sering haus, sering lapar, sering buang air kecil di malam hari, dan berat badan turun tanpa diketahui sebabnya.

    Mereka juga mengalami gejala lain yang berhubungan dengan organ tubuh yang terganggu, misalnya mudah mengantuk, luka susah sembuh, gatal, kaki kesemutan, impotensi, keputihan, dan penglihatan buram.

    "Komplikasi, karena kena organ lain, sakit jantung, stroke, gagal ginjal, masalah di tungkai, gangguan di mata, depresi, dan gangguan saraf," kata Wismandari Wisnu dalam kesempatan yang sama.

    Oleh karena itu, deteksi dini diabetes bisa dilakukan dengan cara memeriksakan kadar gula darah rutin terutama untuk usia 40 tahun ke atas, agar tak memunculkan komplikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.