Minggu, 24 Juni 2018

Dibanding Pria, Perempuan Lebih Tahan Tidak Membunuh

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog Tika Bisono mengatakan, perempuan memiliki kekuatan dan tahan banting lebih besar ketimbang laki-laki. Hal itu disebabkan karena kodrat perempuan yang mampu mengerjakan banyak tugas atau multitasking. “Naluri untuk bertahan diri relatif lebih baik perempuan dibanding laki-laki,” kata Tika saat dihubungi Tempo, Ahad, 12 November 2017.

    Menurut Tika, perempuan tak dapat menghindari kodratnya untuk melahirkan, menyusui, dan menstruasi. Ditambah lagi tugas perempuan sebagai pengasuh anak. Bahkan, beberapa perempuan juga mencari nafkah.

    Alhasil, perempuan relatif mampu menguasai dirinya sendiri dibandingkan laki-laki, tak terkecuali dalam konteks membunuh. Artinya, perempuan lebih dapat menahan diri untuk tak menyelesaikan masalah dengan membunuh pasangannya.Tika menerka, penjara perempuan kebanyakan diisi bukan oleh pelaku pembunuhan. Baca: Kesal? Begini Suami Laudya Cynthia Bella Posting di Instagram

    Selain itu, perempuan tidak hanya berpikir menggunakan otak, tapi juga hati. Tika berujar, perempuan memiliki emosi yang berfungsi membantunya mengambil keputusan. “Jadi untuk masalah-masalah hidup yang urusannya banyak emosi, perempuan lebih cerdas,” jelasnya.

    Sebelumnya, Ryan Helmi (41) membunuh istrinya, Letty Sultri (46) pada Kamis malam, 9 November 2017. Keduanya berprofesi sebagai dokter. Awalnya, Helmi mendatangi tempat istrinya bekerja di klinik kesehatan Azzahra, Cawang, Jakarta Timur. Ia datang dengan membawa dua pistol, yakni revolver rakitan dan jenis FN.

    Tujuan Helmi adalah meminta Letty membatalkan gugatan cerai. Putusan gugatan cerai rencananya dikeluarkan pada Sabtu, 18 November 2017. Helmi berniat mengajak Letty bicara, tapi malah terjadi percekcokan. Pada akhirnya, Helmi menembak Letty sebanyak enam kali pada bagian muka dan dada sekitar pukul 14.00 WIB. Baca: Anak Menolak Sentuhan Fisik Orang Tua, Tahu Maknanya?

    Kasus suami bunuh istri juga terjadi pada pasangan Mahmudi (36) dan Fatlika (25) pada 2016 lalu. Fatlika adalah warga Jalan Pesantren, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Mahmudi membunuh Fatlika karena motif cemburu. Ia menduga istrinya selingkuh lantaran sering pulang malam. Keduanya pun terlibar pertengkaran, tapi Mahmudi nekat menikam istrinya dengan pisau dapur hingga tewas.

    Ada juga Suhartanto (29) yang membunuh istrinya, Yeni (27), karena ketahuan berselingkuh dengan perempuan lain. Ia membunuh Yeni dengan mencekik dan meninggalkan jasadnya di pinggir Kali Ciliwung, dekat Grand Depok City, Kamis, 20 Juli 2017. Sebelumnya, Suhartanto dan Yeni sempat betengkar. Yeni pun meninggalkan rumah. Yeni menolak saat diajak kembali ke rumah, tapi Suhartano membunuhnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.