Kamis, 20 September 2018

Sikap Orang Tua Saat Anak Lepas Hijab? Simak Respon RIna Nose

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan baru Rina Nose. TABLOIDBINTANG

    Penampilan baru Rina Nose. TABLOIDBINTANG

    TEMPO.CO, Jakarta - Warganet kini tengah ramai membicarkaan keputusan Rina Nose melepas hijabnya. 

    Meskipun sebenarnya keputusan tersebut adalah pilihan pribadi seseorang, namun ternyata Rina Nose harus menerima banyak kritikan dari warganet dengan keputusannya itu. 

    Rina juga enggan mengungkapkan alasannya pada publik, karena lagi-lagi ini kembali pada pilihan pribadi seseorang.

    Baca juga:
    Kasus Dokter Letty, Ini Gejala Hubungan Suami-Istri Bermasalah
    Hari Ayah, Simak Kedekatan Hot Daddy Ini dengan Buah Hati
    Serunya Vlog Kaesang Pangarep, ada Paspampres Ganteng

    Namun, dalam wawancara eksklusifnya dengan Deddy Corbuzier, Rina mengungkapkan alasannya. Meskipun, hanya dituliskan dalam sebuah notes yang diserahkan secara pribadi kepada Deddy dan tidak diungkapkan kepada para penontonnya.

    Adapun wawancara keduanya, diunggah Deddy melalui youtube dan merupakan wawancara dengan UC news Indo. Seperti tertera dalam videonya tersebut.

    Selain mengungkapkan secara diam-diam alasannya lewat secarik kertas, Rina Nose juga tidak kuasa menahan airmata dan sempat menangis tersedu saat Deddy bertanya soal tanggapan orang tuanya atas keputusannya itu.

    Rina nampak menutup wajahnya sambil tak kuasa menahan air mata dan wawancara terhenti selama beberapa waktu.

    "Saya berterimakasih pada orang tua saya yang mau menerima saya apa adanya," ujarnya dalam wasancara tersebut usai berhasil menghentikan tangisnya.

    Rina Nose juga mengungkapkan terimakasih pada para fans dan sahabat yang mendukungnya ataupun yang mengkritiknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.