Senin, 19 Februari 2018

Arti di Balik Tato, Virgoun Tambunan Punya Kisahnya

Reporter:

Ammy Natashia Hetharia

Editor:

Susandijani

Selasa, 14 November 2017 19:02 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arti di Balik Tato, Virgoun Tambunan Punya Kisahnya

    Seniman tato dari Amerika Serikat, Paul Booth menato tangan seorang pengunjung saat berlangsungnya Festival Tattoo Bucharest 2016 di Bucharest, Rumania, 16 Oktober, 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Virgoun Tambunan menceritakan kisah di balik keputusan membuat tato di tubuhnya. “Ini adalah salah satu wujud protes gue ke orang tua,” ujar Virgoun di Kawasan Serpong, Tangerang, Ahad, 12 November 2017.

    Ia menceritakan keputusan membuat tato itu diambil saat dirinya lulus sekolah menengah atas. “Gue mau kuliah seni, tapi enggak dikasih, malah disuruh jadi polisi,” kata pria berusia 31 tahun tersebut.

    Virgoun mengatakan, untuk menghindari perkelahian dengan ibu dan kakaknya yang sudah menyediakan uang untuk masuk akademi polisi, dia memilih menato badannya. “Akhirnya gue masuk sekolah seni dan habis perkara,” ucapnya.

    Baca juga:
    Minat Jadi PNS Bergaji Internasional? Ada Lowongan di Beijing
    Setelah 58 Tahun, Akhirnya Barbie Pakai Jilbab
    Dokter Tembak Istri, Ayu Laksmi: The Real Horor

    Virgoun mengambil jurusan seni rupa di Institut Kesenian Jakarta. Dalam perjalanan kuliahnya, pria kelahiran Bekasi itu mengatakan biasa membuat properti untuk pergelaran opera dan drama. “Gue selama kuliah pun jadi orang yang hidup di balik layar,” tuturnya.

    Virgoun mengatakan hal tersebut dilakukan karena mau menjalani apa yang diinginkannya, bukan yang diinginkan orang lain. “Gue memang mau ngejalanin apa yang gue suka, bukan jadi sesuatu yang diinginkan orang. Gue mau jadi sesuatu yang diri gue inginkan sendiri,” katanya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Globalisasi Cinta, Vicky Prasetyo dan Angel Lelga Menikah

    Ucapan Vicky Prasetyo soal Angel Lelga, Saya merasa reboisasi hati ini kian menjalar ketika globalisasi cintamu merasuk indepenisasi hatiku..."