Nikotin, Efek Tenangnya Bikin Pecandu Sulit Melepaskannya

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi rokok elektrik. Christopher Furlong/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Ahli psikiatri di RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, dr Adhi W Nurhidayat SpKJ(K) MPH, mengatakan, candu nikotin sangat berbahaya dan berada pada peringkat tiga setelah heroin dan kokain.

"Candu nikotin, zat yang terkandung di dalam rokok, berada setelah heroin dan kokain. Itu yang tidak banyak diketahui masyarakat sehingga tidak dianggap berbahaya," kata dia, dalam diskusi di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan narkoba terdiri atas dua kelompok besar, yaitu yang dilarang penggunaannya secara umum dan yang masih diperbolehkan. Yang termasuk masih diperbolehkan adalah alkohol dan rokok.

Ahli psikiatri yang banyak menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan zat adiktif itu mengatakan nikotin pada dosis rendah memang menimbulkan dampak membuat seseorang menjadi tenang.

Baca juga:
Menang Miss International 2017, Ridwan Bangga pada Mojang Bandung
Tragedi Dokter Letty, ini Perbedaan Depresi bagi Pria dan Wanita
Berkuda, Bisa jadi Terapi Autisme

"Itu adalah efek dari zat adiktif. Karena merasa tenang, akhirnya menjadi kecanduan," ujarnya.

Menurut dia, para perokok sebenarnya menyadari dampak negatif dari merokok. Namun, efek memberikan ketenangan itu menjadi dalih bagi mereka supaya tetap bisa merokok. Mereka berdalih supaya bisa bekerja dengan baik, maka perlu merokok.

Sementara itu, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas T Nainggolan, mengatakan, secara nasional sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan yang mengatur kawasan tanpa rokok. Di DKI Jakarta juga terdapat Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok.

"Menurut peraturan tersebut, terdapat tujuh kawasan yang termasuk kawasan tanpa rokok. Salah satunya adalah tempat kerja. Aktivitas merokok di tempat kerja juga jelas melanggar kesehatan dan keselamatan kerja atau K3," katanya.

Sebelumnya,  Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan RSUP Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, pernah menyebutkan bahwa asap rokok [yang mengandung nikotin itu) langsung maupun tidak langsung, secara kontinyu bisa mengakibatkan berbagai penyakit seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), jantung, kanker, stroke, dan lainnya. Penyakit yang timbul karena disebabkan terpapar asap rokok secara langsung atau tidak langsung, kata Agus, biasanya muncul setelah 10 tahun.






5 Manfaat Melihara Ikan Hias untuk Kesehatan

1 hari lalu

5 Manfaat Melihara Ikan Hias untuk Kesehatan

Tidak hanya enak dilihat, Ikan hias memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh.


6 Jenis Kecambah yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

5 hari lalu

6 Jenis Kecambah yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Selain enak dimakan, kecambah turut menyediakan berbagai manfaat kesehatan.


5 Manfaat Mengonsumsi Kecambah bagi Kesehatan

5 hari lalu

5 Manfaat Mengonsumsi Kecambah bagi Kesehatan

Selain enak dimakan, ternyata kecambah turut menyediakan berbagai manfaat kesehatan.


Mengenal Manfaat Kesehatan Ekstrak Mimba

7 hari lalu

Mengenal Manfaat Kesehatan Ekstrak Mimba

Meski namanya masih asing buat orang Indonesia, sejak dulu tanaman mimba sudah dipercaya punya manfaat kesehatan yang luar biasa.


9 Manfaat Air Tebu bagi Kesehatan Tubuh

9 hari lalu

9 Manfaat Air Tebu bagi Kesehatan Tubuh

Air tebu mengandung natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan zat besi yang baik untuk kesehatan tubuh.


Manfaat Gerak Lokomotor untuk Anak-Anak

9 hari lalu

Manfaat Gerak Lokomotor untuk Anak-Anak

Banyak manfaat gerak lokomotor untuk tumbuh dan berkembang anak-anak


Pakar Kesehatan: Senyawa BPA Berbahaya untuk Kemasan Pangan

20 hari lalu

Pakar Kesehatan: Senyawa BPA Berbahaya untuk Kemasan Pangan

Pakar kesehatan dan lingkungan dari Universitas Hasanuddin, menekankan kembali bahaya bahan kimia Bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk campuran kemasan makanan dan minuman.


Alasan Kasus Kanker di Indonesia Terus Naik, Hasbullah: Konsumsi Nikotin Seperti Rokok

21 hari lalu

Alasan Kasus Kanker di Indonesia Terus Naik, Hasbullah: Konsumsi Nikotin Seperti Rokok

Menurut Hasbullah Thabrany, faktor risiko kanker terbesar disebabkan karena konsumsi nikotin seperti rokok.


Inilah 4 Alasan Cukai Rokok Naik 10 Persen Menurut Sri Mulyani

24 hari lalu

Inilah 4 Alasan Cukai Rokok Naik 10 Persen Menurut Sri Mulyani

Tarif cukai rokok naik 10 persen disetujui Jokowi dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. Alasannya, selain karena faktor kesehatan, juga untuk meningkatkan pendapatan negara.


Kementerian ESDM Buka Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan, Simak Persyaratannya

25 hari lalu

Kementerian ESDM Buka Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan, Simak Persyaratannya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka seleksi pengadaan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Perja (PPPK) tenaga kesehatan.