2,1 Juta Wanita Meninggal Setiap Tahun Gara-gara Diabetes

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wanita Indonesia harus selalu mewaspadai risiko penyakit diabetes seiring makin tinggi jumlah penderita penyakit tersebut. Di level global, diabetes merupakan pembunuh tertinggi kesembilan bagi wanita.

    Dokter spesialis endokrin dari Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Roy Panusunan Sibarani mengungkapkan 2,1 juta wanita di dunia meninggal setiap tahun akibat diabetes.

    “Apalagi komplikasi diabetes pada wanita itu lebih sulit untuk didiagnosis. Minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai bahaya diabetes merupakan faktor utama yang menjadikan Indonesia masuk ke dalam 10 peringkat teratas negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia,” jelas Roy melalui keterangan resmi, Kamis 16 November 2017. Baca:Berpura-pura Sakit atau Malingering, Apa Itu? Kenali 4 Tandanya

    Saat ini, menurut data Diabetes Atlas Edisi ke-8 yang diterbitkan oleh International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2017, ada lebih dari 199 juta wanita yang hidup dengan diabetes dan angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 313 juta jiwa pada tahun 2040.

    Dua dari lima wanita dengan diabetes berada pada usia produktif terhitung lebih dari 60 juta wanita di seluruh dunia. Selain itu, sekitar satu dari tujuh kelahiran dipengaruhi oleh gestational diabetes (GDM), suatu ancaman yang seringkali terbengkalai terhadap kesehatan maupun keselamatan ibu dan anak.

    Vice President & General Managaer PT Novo Nordisk Indonesia, Morten Vaupel menyampaikan perusahaan perawatan kesehatan global yang berfokus pada penyakit diabetes tersebut secara konsisten melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan diabetes.

    “Khusus pada tahun ini, sesuai dengan tema yang diusung IDF, kami akan mengkomunikasikan pentingnya akses yang terjangkau dan merata bagi semua wanita yang berisiko ataupun penyandang diabetes agar mendapat pengobatan yang dibutuhkan,” jelas Morten. Baca:Antara Minho SHINee dan Black Shelton, Mana yang Lebih Seksi?

    Data IDF Diabetes Atlas edisi ke-8 memperkirakan bahwa jumlah penyadang diabetes di Indonesia mencapai angka 10,3 juta orang pada tahun 2017 dan diprediksi mencapai 16,7 juta pada tahun 2045.

    Sekitar 53,7 persen di antaranya tidak terdiagnosis. Saat ini, Indonesia berada pada peringkat keenam sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

    Untuk itu, Morten menilai semua perempuan yang menderita diabetes memerlukan akses yang terjangkau dan merata untuk menangani dan mendapat pengetahuan mengenai bagaimana cara yang lebih baik untuk mengatasi penyakit diabetes dan meningkatkan kesehatan mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.