Heboh Jengkol, Berapa Banyak yang Aman Dikonsumsi?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi semur jengkol. Bango.co.id

    Ilustrasi semur jengkol. Bango.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa tak pernah dengar nama jengkol? Kelompok sayuran ini terkenal dengan baunya. Ada yang anti, banyak juga yang menjadi penggemarnya.

    Yang menarik, kini tak ada lagi yang malu-malu mengkonsumsi jengkol. Bahkan sejak 17 November sampai 19 November 2017, ada Festival Jengkol Indonesia di Sentul Bogor. Disajikan berbagai menu jengkol dari steak jengkol sampai cookies Jengkol. Bahkan ada pemilihan raja dan ratu jengkol, juga pemilihan juru masak kerajaan Jengkoland.

    Baca juga: Kenapa Psikopat Suka Lagu Justin Bieber? Simak Penelitiannya

    Beberapa waktu lalu, jengkol juga jadi bahan pembicaraan saat disangkut pautkan sebagai penyebab kematian 4 pemuda yang mengkosumsi jengkol dengan minuman keras. Dalam sebuah tulisannya tentang jengkol, Spesialis Penyakit Dalam, Dr Ari Fahrial Syam, mengomentari hal ini. “Memang perlu dilakukan otopsi apa yang sebenarnya terjadi pada 4 pemuda yang tewas tersebut, apa penyebab kematiannya. Kalau tidak memang kita tetap hanya bisa menduga-duga penyebab kematian keempat pemuda tersebut,” katanya.

    Jengkol. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ini juga menyebutkan bahwa Jengkol sendiri sebenarnya mengandung berbagai sumber gizi penting untuk tubuh kita yaitu karbohidrat, protein nabati, vitamin A, vitamin D, kalsium, besi dan posfor termasuk serat yang ada pada jengkol. Tetapi selain unsur nutrisi ,jengkol juga mengandung asam jengkolat sejenis asam amino yang mengandung sulfur. Sulfur akan menimbulkan bau yang tidak sedap sedang asam jengkolat dapat membentuk kristal di dalam ginjal kita.

    Baca juga:
    Membuka Topeng Malingering, Intip Tipu Muslihatnya
    Berpura-pura Sakit atau Malingering, Apa Itu? Kenali 4 Tandanya

    “Asam jengkolat yang membentuk kristal ini bisa menumpuk di ginjal dan menyebabkan sumbatan pada saluann kencing sehingga menimbulkan berbagai keluhan,” kata Ari.

    Ari juga menyebutkan bahwa seseorang yang mengalami keracunan jengkol secara medis disebut mengalami Djenkolism. “Keluhan yang muncul bisa berupa nyeri perut, kembung begah, mual dan muntah. Pasien akan mengalami kolik ginjal dan kadang kala disertai dengan buang air kecil berdarah (hematuria),” katanya.

    Seseorang yang pada keadaan akut mengalami keracunan jengkol bisa mengalami tidak bisa buang air kecil sama sekali dan terjadi gagal ginjal akut. Jika kondisi ini tidak segera diatasi maka yang akan terjadi kemudian adalah berbagai komplikasi akibat gagal ginjal tersebut dan tentu bisa saja berakhir pada kematian.

    Pertanyaan muncul berapa banyak jumlah jengkol yang bisa menyebabkan komplikasi? Ari menyebut ada satu laporan kasus dari Kalimantan yang dipublikasi pada jurnal internasional melaporkan seorang laki-laki berumur 32 tahun mengalami keracunan setelah memakan 10 buah jengkol.

    Yang penting menurut Ari, tentu jangan berlebih-lebihan. Terpenting lagi, jika seseorang mengalami keracunan jengkol, harus segera di bawa ke rumah sakit. Perlu penanganan yang cepat untuk melarutkan kristal jengkolat yang mengendap di ginjal. “Selain itu juga perlu dilakukan hidrasi yaitu pemberian cairan yang cukup melalui infus untuk melarutkan dan meluruhkan ginjal dan pelancar buang air kecil biasanya juga diberikan untuk mengeluarkan kristal dari asam jengkolat tersebut,” kata Ari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H