Memanfaatkan Makanan Surplus dari Pesta Pernikahan, Tilik Caranya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi porsi makanan. Shutterstock

    Ilustrasi porsi makanan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah bukan menjadi rahasia publik bahwa maraknya pesta pernikahan, mungkin juga seperti pesta pernikahan Kahiyang Ayu yang baru saja sukses digelar,  sering kali diikuti dengan banyaknya makanan yang berlebih atau surplus. Di satu sisi, berdasarkan Global Hunger Index (GHI) 2017, tingkat kelaparan di Indonesia masih berada di level serius.

    Untuk turut membantu menurunkan tingkat kelaparan tersebut, Bridestory berkolaborasi dengan Food Cycle, dan GO-JEK meluncurkan program bertajuk A Blessing to Share.

    Baca: Gantengnya Para Cucu Presiden, Apa Kiprah Mereka Sekarang?

    Program yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kelaparan ini, mengajak calon pengantin untuk menyumbangkan makanan surplus dari pesta pernikahan mereka kepada masyarakat pra-sejahtera yang membutuhkan.

    Ide tercetusnya A Blessing To Share dilatarbelakangi dengan diskusi bersama berbagai komunitas dan vendor pernikahan, seperti Wedding Organizer dan venue pernikahan, dimana calon pengantin cenderung memesan makanan dalam jumlah lebih agar para tamu tidak kehabisan makanan.

    Namun, ketika pesta pernikahan berakhir, kedua mempelai maupun panitia terkadang mengalami kesulitan untuk mengalokasikan makanan berlebih tersebut.

    “Melalui A Blessing To Share, kami mengajak calon pengantin untuk berbagi sedikit rezeki di hari bahagia mereka dengan mendonasikan makanan surplus yang ada. Dengan demikian, momen istimewa mereka bisa menjadi hari bahagia bagi orang lain juga,” ungkap Kristi Joviani, Project Leader A Blessing To Share dari Bridestory dalam siaran pers, Rabu. Baca: Semarak Kopi Bengkulu, Seribu Cangkir Kopi Dibagikan

    Calon pengantin yang ingin berpartisipasi dalam program ini dapat mendaftarkan diri mereka dengan mengisi formulir di ablessingtoshare.bridestory.com. Selanjutnya, tim Food Cycle akan berkoordinasi dengan pihak keluarga atau panitia calon pengantin, untuk mendapatkan info perihal ketersediaan makanan surplus pada hari H.

    Makanan surplus yang tersedia kemudian diambil dan diantarkan dari lokasi pesta pernikahan ke tempat penampungan makanan melalui layanan GO-SEND dan GO-BOX. Sebagai tahap terakhir, makanan tersebut diidentifikasi dan dicek lebih lanjut sebelum didistribusikan.

    "Kami sangat senang dapat berkolaborasi dan terlibat dalam aksi ini. Sebagai perusahaan karya anak bangsa yang berkomitmen untuk terus memberikan dampak sosial kepada masyarakat, kontribusi GO-JEK dalam kegiatan ini diharapkan akan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Piotr Jakubowski, Chief Marketing Officer GO-JEK Indonesia.

    Baca juga: Sukses Merias Kahiyang Ayu, Barry: Kahiyang Asyik, Nggak Diva

    “Kami harap program A Blessing to Share ini dapat diterima dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Food Cycle menyadari bahwa program ini masih merupakan langkah awal, namun kami harap bisa meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah kejenjangan sosial yang sangat besar dan menambah kesadaran bahwa kita semua juga memiliki hak dan tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Astrid Paramita, Food Technologist dari Food Cycle.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.