Jumat, 21 September 2018

Film Horor Bisa Hilangkan Stres, Intip Penelitiannya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menonton film horor/seram. Shutterstock

    Ilustrasi menonton film horor/seram. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Nonton film horor tidak harus dilakukan menjelang masa Halloween. Menurut peneliti, nonton film seram bisa menghilangkan stres.

    Menurut penelitian, rasa takut (yang diartikan secara positif) sebenarnya dapat memberikan manfaat kesehatan yang besar. Seorang peneliti bahkan mengatakan orang yang bersenang-senang, atau mengalami perasaan takut secara umum lebih gembira.

    “Penelitian yang dilakukan kolega saya dan saya menunjukkan bahwa stimulasi negatif yang tinggi dapat meningkatkan mood seseorang secara signifikan,” kata Margee Kerr, seorang sosiolog dan fear expert pada Time. “Neurotransmitter dan hormon yang berbeda yang dilepaskan saat mengalami perasaan takut menjelaskan hal itu.”

    Baca juga:
    40 Tahun Berkawan, Ini Uniknya Bondan Winarno Kata William Wongso
    Waspada Aksi Sulap, Stuntman Demian Adytia Diduga Koma
    Heboh Bunga Jelitha, Kegagalan Bukan untuk Dibully Kata Ivan

    Stres tidak baik bagi tubuh, oleh karena itu, melepaskan stres keluar dari sistem Anda melalui sesuatu yang sederhana seperti film menyeramkan adalah cara mudah untuk mencegah malapetaka jangka panjang yang menyiksa Anda, seperti kegelisahan, depresi, atau kelelahan. Meskipun demikian, tetap saja ada potensi yang merugikan jika Anda menonton film seram.

    Jika Anda sebenarnya benar-benar benci ditakuti atau merasa gampang ketakutan dan berpikir kalau alias memaksa diri untuk nonton film seram dapat menuai keuntungan, itu mungkin tidak akan berhasil: Menurut Kerr, keseluruhan penghilang stres hanya efektif untuk orang-orang yang suka ketakutan.

    Jadi, meski menurut penelitian nonton film horor bisa bikin stres hilang, janganlah Anda memaksa sahabat Anda untuk bergabung untuk nonton bareng film seram. Yang ada adalah, dia mungkin merasa semakin tertekan setelah menonton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.