Rabu, 23 Mei 2018

Alkohol dan Merokok Tingkatkan Penuaan Dini, Intip Dampak Lainnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 12_iltek_ilustrasiminumalkohol

    12_iltek_ilustrasiminumalkohol

    TEMPO.CO, Jakarta - Suka minum alkohol dan merokok selama bertahun-tahun merupakan ciri khas gaya hidup yang tidak sehat. Menurut sebuah studi baru gaya hidup itu juga bisa membuat Anda terlihat lebih tua.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health menunjukan sekelompok peneliti Denmark memanfaatkan database besar informasi kesehatan yang melibatkan lebih dari 11.000 orang Denmark di Copenhagen City Heart Study. Baca: Pernah Gagal Lakukan Aksi Serupa, Ada Apa dengan Demian Aditya?

    Dilansir inStyle.com, orang-orang dalam penelitian ini dievaluasi dari tahun 1976 sampai 2003. Responden memberikan informasi tentang kebiasaan makan, merokok dan minum alkohol mereka. Mereka juga menyetujui beberapa ujian medis untuk mengukur tanda-tanda penyakit jantung dan penuaan.

    Penulis senior penelitian dan direktur riset National Institute of Public Health di University of Southern Denmark Janne Tolstrup secara khusus melihat empat ciri penuaan, termasuk pembentukan cincin buram abu-abu di sekitar kornea mata, lipatan daun telinga, plak pada kelopak mata dan pola kebotakan pria.

    Penuaan dini bisa menjadi pertanda kesehatan yang buruk dan berkontribusi pada risiko penyakit kronis yang lebih tinggi seperti masalah jantung. "Kami ingin mempelajari tanda-tanda penuaan karena tampaknya, ini memiliki semacam nilai prediksi untuk berapa lama hidup seseorang secara rata-rata," kata Janne Tolstrup. Baca: Bondan Winarno dan Foto Telanjang Penggemar

    Dia menemukan bahwa minum alkohol berlebihan - lebih dari 28 gelas per minggu untuk wanita - dikaitkan dengan kemungkinan 33 persen lebih tinggi memiliki cincin abu-abu terkait usia di sekitar kornea dibandingkan wanita yang minum kurang dari tujuh gelas seminggu. Pria memiliki risiko kenaikan yang sama. Risiko lipatan daun telinga menunjukkan penuaan sama-sama 26 - 36 persen di antara peminum berat dibandingkan peminum ringan sampai sedang.

    Perokok berat juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan cincin mata terkait usia dibandingkan dengan non-perokok.

    Satu-satunya indikator penuaan yang tidak secara jelas terkait dengan minum dan merokok adalah pola kebotakan pria. Tolstrup mengatakan itu tidak mengherankan, karena pertumbuhan rambut sangat genetik.

    "Yang menarik dari hasilnya adalah kita bisa melihat tanda-tanda itu dengan mata, misalnya sangat cepat, sedangkan untuk hal-hal seperti tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol tinggi, kita harus melakukan pengukuran lanjutan untuk mendapatkannya," katanya. Baca: Heboh Bunga Jelitha, Kegagalan Bukan untuk Dibully Kata Ivan

    Meskipun tidak mengherankan bahwa minum alkohol dan merokok berat dikaitkan dengan kemungkinan tanda awal penuaan yang lebih tinggi, dia juga menemukan bahwa orang yang minum dan merokok pada tingkat sedang tidak menunjukkan tanda penuaan lebih banyak daripada orang yang abstain.

    Data lain menunjukkan bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan, dan penelitian mengenai efek alkohol masih diperdebatkan. Namun, hasil Tolstrup tidak bertentangan dengan saran umum bahwa minum ringan sedang tidak ada salahnya.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Mahathir Mohamad Menjabat Kembali Perdana Menteri Malaysia

    Setelah mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 2003, Mahathir Mohamad kembali ke politik demi menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya.