Upaya Pencegahan HIV/AIDS Terkendala Persepsi Masyarakat

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa sekolah India berpose untuk foto dalam bentuk pita merah dalam kampanye kesadaran untuk menandai Hari AIDS Sedunia di sebuah sekolah di Amritsar, India, 1 Desember 2014. Badan UNAIDS mengatakan sekitar 2,5 juta orang India yang hidup dengan penyakit HIV, banyak dari mereka dikucilkan oleh lingkungan mereka. AFP/Narinder Nanu

    Siswa sekolah India berpose untuk foto dalam bentuk pita merah dalam kampanye kesadaran untuk menandai Hari AIDS Sedunia di sebuah sekolah di Amritsar, India, 1 Desember 2014. Badan UNAIDS mengatakan sekitar 2,5 juta orang India yang hidup dengan penyakit HIV, banyak dari mereka dikucilkan oleh lingkungan mereka. AFP/Narinder Nanu

    TEMPO.CO, Jakarta - Juan Enrique Garcia, President Director DKT Indonesia mengatakan selama ini upaya pencegahan HIV-AIDS di Indonesia masih terkendala persepsi masyarakat. "Salah satunya karena kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan seksual reproduksi. Untuk itu melalui #UbahHidupLo, mari bersama-sama menerapkan hidup sehat, untuk mewujudkan Indonesia sehat, Indonesia bebas HIV-AIDS di tahun 2030," katanya dalam siaran pers yang diterima Tempo.

    Sementara itu, Daniel Tirta selaku Project Manager #UbahHidupLo menjelaskan bahwa perayaan Hari AIDS Sedunia telah menjadi agenda utama DKT Indonesia setiap tahunnya. Pada tahun ini, DKT Indonesia juga akan turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan edutainment menarik, dengan menghadirkan #UbahHidupLo Dance4Life pada acara Car Free Day 03 Desember 2017 mendatang. Semua masyarakat umum bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Baca: Hari AIDS Sedunia, Barack Obama Ajak Masyarakat Ikut Melawan

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu mengayakan penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia menghadapi berbagai macam tantangan yang kompleks, sehingga membutuhkan kerja-sama dari semua pihak. "Mulai dari cakupan pencegahan dan pengobatan HIV, penguatan kualitas pelayanan kesehatan, regulasi yang tepat dan efektif, juga penghapusan stigma dan diskriminasi," katanya.

    Aktivis dan PSK Warga Resosialisasi Argorejo Peringati Hari AIDS. TEMPO/Budi Purwanto

    Untuk mendukung terwujudnya program 3 Zero , Pemerintah memperkuat komitmen yang salah satunya berfokus pada upaya penggunaan kondom sebagai dual proteksi, perbaikan akses pelayanan kesehatan, dan juga penguatan edukasi kepada kalangan berisiko.

    Acara #UbahHidupLo Dance4Life pada acara Car Free Day 03 Desember 2017 mendatang didukung oleh Forum LSM Peduli AIDS, Yayasan Pelita Ilmu, PKBI Jakarta, Ikatan Perempuan Positif Indonesia, Yayasan Kusuma Buana, Yayasan Kuldesak, PMI Jakarta Timur, Forum Peduli Kesehatan Remaja Indonesia, dan juga Duta Remaja Peduli HIV-AIDS. Baca: Aktivitas Fisik Dapat Bantu Kelola Emosi Anak

    Dance4Life merupakan global movement yang ditujukan bagi anak muda di seluruh dunia untuk menari, sekaligus mencegah penyebaran infeksi HIV-AIDS di dunia. Daniel mengatakan timnya sengaja mengemas kampanye pencegahan HIV-AIDS dengan cara yang menyenangkan, menginspirasi, dan juga menggunakan metode yang menarik bagi masyarakat. Saat ini kampanye #UbahHidupLo telah berhasil menjangkau lebih dari 10.000 populasi berisiko di 23 Pelabuhan seluruh Indonesia.

    "Menyusul keberhasilan tersebut, kali ini kami kembali meluncurkan video spesial Hari AIDS Sedunia 2017 yang mengangkat perjuangan Ibu Hages, seorang ODHA yang inspiratif, yang berhasil membuktikan bahwa HIV bukanlah hambatan seseorang untuk tetap berkarya,” kata Daniel Tirta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).