Beda Death Drop Demian Aditya dengan Versi Pesulap Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alberto Giorgi (Youtube)

    Alberto Giorgi (Youtube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden yang menimpa Edison Wardhana dalam aksi sulap Demian Aditya di ajang SCTV Awards 2017, Rabu 29 November 2017 membuat publik jadi mengenal trik Death Drop.

    Death Drop merupakan trik sulap yang dipraktekan Demian Aditya ketika insiden naas menimpa Edison Wardhana. Sesuai dengan namanya, Death Drop berarti sebuah kejatuhan yang bisa menyebabkan kematian.

    Baca juga:
    8 Jurus Menghalau Penyakit di Musim Hujan

    Riset Baru: 3 Hal Ini Tanda Bahwa Gadget Sudah Mengancam Si Kecil
    Dilema Penampilan di Dunia Karier, yang Cantik Tak Kompeten?

    Dalam atraksi The Death Drop, Demian berupaya keluar dari dalam peti kayu yang tergantung dengan seutas tali. Untuk menambah ketegangan, tali tersebut dibakar, dan peti tersebut akan jatuh di atas sejumlah besi runcing. Instagram.com
    Death Drop bukanlah trik baru di dunia sulap. Sebelum Demian Aditya, sejumlah pesulap luar negeri seperti Alberto Giorgi dan Fred Belluci pernah melakukannya.

    Death Drop versi para pesulap luar negeri berbanding terbalik dengan aksi Demian Aditya. Mereka justru menjatuhkan besi tajam ke sebuah kotak yang berisi manusia.

    Manusia yang berada dalam kotak tersebut lalu hilang. Sang pesulap pun memutuskan untuk menjatuhkan besi tajam ke bagian bawah kotak. Mereka menutup lagi kotak tersebut dan tiba-tiba manusia yang sebelumnya hilang muncul. Kondisinya baik-baik saja dan tidak tertancap besi tajam.

    Trik Death Drop berulang kali dipraktikkan di luar negeri. Sejauh ini, belum ada informasi jika trik tersebut memakan korban seperti yang terjadi kepada Edison Wardhana dalam aksi Demian Aditya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.