Rabu, 19 September 2018

Pentingkah Jadi Pekerja Multitasking?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi multitasking. Shutterstock

    Ilustrasi multitasking. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda memiliki beberapa fokus pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu hari, cobalah memecahnya menjadi potongan waktu singkat yang terfokus.

    Metode Pomodoro merupakan strategi populer ketika Anda menghabiskan waktu 25 menit untuk bekerja dan 5 menit di sela pekerjaan untuk beristirahat.

    Cara ini tak hanya membuat Anda bisa tetap berfokus pada pekerjaan bernilai tinggi yang paling penting, tapi juga memberikan kebebasan untuk beralih di antara tugas yang berbeda.

    Baca: Tren Busana Sequin Bakal Mendominasi di Penghujung 2017

    "Kita hidup di ‘dunia tak terbatas’,” kata Tony Crabbe, penulis buku Busy: How to Thrive in a World of Too Much. Selalu ada lebih banyak e-mail masuk, lebih banyak pertemuan, lebih banyak hal untuk dibaca, lebih banyak gagasan, serta proyek dan pekerjaan untuk ditindaklanjuti. Bahkan Anda mungkin merasakan tekanan sosial untuk melakukan semuanya.

    Hasilnya, Anda mau tak mau merasa terbebani. Kita adalah manusia yang terbatas dengan energi dan kemampuan yang terbatas.

    Untuk menyelesaikan apa yang Anda mulai dan mendapatkan pekerjaan nyata, Cal Newport merekomendasikan metode Daily Check-In.

    Newport mengatakan, "Setiap pagi, lihat halaman proyek Anda dan tanyakan, ‘Apa kemajuan paling banyak yang bisa saya lakukan untuk menyelesaikan daftar hari ini?’ Tujuan terbesar Anda adalah menyelesaikan proyek. Jika Anda melihat cara untuk melakukannya (bahkan jika itu memerlukan dorongan besar, mungkin bekerja lembur) lakukanlah. Jika Anda tidak bisa menyelesaikannya, pikirkan satu hal yang dapat dilakukan yang akan membuat Anda paling dekat dengan tujuan Anda."

    Kesibukan adalah alasan bagi kita dan orang lain karena tidak melakukan hal-hal penting atau malah melakukan hal-hal menyeramkan dan sulit.

    Pekerjaan bernilai rendah memang terkadang tak terelakkan. Karena itu, Anda harus memilih mengejar pekerjaan bernilai tinggi. Jadwalkan waktu untuk tugas bernilai rendah untuk mengukur berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menyelesaikan tugas itu.

    Baca: Heboh Difteri, Kenali 5 Gejalanya 

    Hal itu tampaknya berlawanan dengan intuisi, tapi praktiknya tidak. Cobalah menghindari kerja sibuk, seperti multitasking, yang tidak memberi nilai nyata pada pekerjaan, visi, atau tujuan jangka panjang Anda.

    Makin disengaja memikirkan bagaimana menghabiskan waktu dan energi Anda, makin kecil kemungkinan Anda akan terjebak dalam tugas sepele. Intinya, tahan dulu godaan untuk multitasking.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.