Si Dia Terpaut Jauh Usianya? Siap-siap 3 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis, Emmanuel Macron bersama istrinya, Brigitte Trogneux bersepeda bersama dari rumahnya di Le Touquet, Prancis, 17 Juni 2017. Bersepeda menjadi kegiatan rutin pasangan beda usia ini pada hari libur. REUTERS/Philippe Wojazer

    Presiden Prancis, Emmanuel Macron bersama istrinya, Brigitte Trogneux bersepeda bersama dari rumahnya di Le Touquet, Prancis, 17 Juni 2017. Bersepeda menjadi kegiatan rutin pasangan beda usia ini pada hari libur. REUTERS/Philippe Wojazer

    TEMPO.CO, Jakarta - Problematika apa saja yang mungkin menghampiri hubungan pasangan yang beda usia terlalu jauh?

    Menurut psikolog dari Pusat Informasi dan Rumah Konsultasi Tiga Generasi, Anna Margaretha Dauhan, tiga hal ini harus dipertimbangkan pasangan dengan perbedaan usia lebih dari 10 tahun.


    1. Kesamaan di Hal Lain
    Menurut Anna, kesamaan di berbagai area memengaruhi kepuasan dalam hubungan jangka panjang. Semakin banyak persamaan, semakin besar tingkat kepuasan. Namun, jika perbedaan usia pasangan sangat signifikan, dapat memengaruhi perbedaan dalam menentukan prioritas hidup, pilihan karier, dan sebagainya.

    Baca juga: 
    20 Pilihan Kado Natal dan Tahun Baru untuk Penggemar Otomotif

    “Hal yang harus diperhatikan terkait dengan perbedaan usia yang jauh adalah apakah pasangan tersebut memiliki timetable (tabel waktu) yang sama? Apakah ada perbedaan yang tajam dalam menentukan kegiatan sosialisasi, prioritas, atau target lain dalam hidup? Apabila tidak dapat mengelola perbedaan dengan baik, maka dapat menambah faktor pemicu konflik. Namun, apabila memiliki kesamaan di hal lain misalnya pandangan atau tujuan hidup, minat, dan lain sebagainya maka hal itu bisa merekatkan pasangan yang berbeda usia,” papar Anna. Baca: 5 Penyebab Liburan Kelabu, Intip 10 Solusinya


    2.  Bersiap pada Stigma Sosial
    Di masyarakat, ada anggapan beda usia lebih dari 10 tahun tak wajar, terlebih jika pihak wanita lebih tua. Pasangan dengan tipe seperti ini biasanya akan rentan serangan komentar negatif dari keluarga, bahkan lingkungan sekitar. Oleh karenanya, Anna berpendapat agar pasangan tersebut dapat menyadari risiko dari hubungan yang dijalani dan mencoba menjelaskan hubungan mereka ke lingkungan terdekatnya. Dukungan dari pihak keluarga, teman, dan lingkungan amat sangat penting dalam suatu hubungan. 

    Baca juga: Menulis Status di Facebook Bisa Jadi Buku, Pita Garuda Contohnya


    3. Menyadari Tugas Perkembangan
    Anna menjelaskan bahwa di setiap fase perkembangan, manusia memiliki tugas yang berbeda. “Tugas perkembangan di masa dewasa muda yaitu 20-an tahun, dewasa tengah 30-50 tahun, dan dewasa akhir di atas 50 tahun, masing-masing berbeda. Di tahap dewasa muda, targetnya menyelesaikan pendidikan, pergaulan, dan memulai karier. Di dewasa tengah fokus pada mendapatkan pasangan, membina keluarga, dan memantapkan karier. Sedangkan di masa dewasa akhir, fokus beralih pada apa yang dapat diwariskan atau diberikan, bersiap menghadapi hari tua. Pasangan beda usia perlu memahami perbedaan ini dan berkompromi dalam mencari solusi yang mengakomodir kebutuhan kedua belah pihak,” terangnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.