Resolusi 2018:Tinggalkan Zona Nyaman? Simak Kata Dewi Sandra

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewi Sandra mulai binis oleh-oleh kekinian dari Semarang, Jawa Tengah, yakni Wingkorolls. Tabloidbintang.com

    Dewi Sandra mulai binis oleh-oleh kekinian dari Semarang, Jawa Tengah, yakni Wingkorolls. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewi Sandra memiliki beberapa impian yang ingin dicapai tahun 2018 mendatang. Salah satu keinginannya adalah sekolah dan balajar dengan sungguh-sungguh.

    Dewi Sandra tidak ingin menyia-nyiakan waktu luang yang dimiliki di luar pekerjaan sebagai artis. Nantinya, jika memang harus sekolah memasak, Dewi tetap akan serius mempelajarinya.

    Baca juga:
    Demi Cinta, Pangeran Harry Akhirnya Berhenti Merokok
    Depresi Membuat Jonghyun SHINee Akhiri Hidupnya? Ini Suratnya
    Fun Walk Hujan? Iis Dahlia Pilih Kantung Kresek Agar Tak Basah

    "Tahun 2018 aku pengen banget belajar sesuatu yang baru. Pokoknya masuk di suatu perguruan, apapun itu, entah itu masak, tapi masak serius ya bukan masak bercanda, atau belajar bisnis. Pokoknya belajar. Pokoknya tahun itu tahun belajar aja," ujar Dewi Sandra di Trans TV, Jl. Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

    Pemain film Ayat Ayat Cinta 2 itu mengungkapkan, untuk bisa berkembang harus keluar dari zona nyaman yang sudah lama dirasakan. Dewi Sandra pun siap menerima risiko untuk keluar dari zona nyaman.

    Makanya, Dewi Sandra mencoba hal baru dan tertarik dengan sekolah memasak, bisnis maupun fashion.

    "Karena sebagai manusia kalau kita tetap di level yang sama, comfort zone, kita enggak akan tumbuh. Sementara dunia tetap bergerak, terus maju, kalau kita enggak menambah ilmu, you're gonna be stuck there. Karena orang lain akan bersaing dan kita akan ketinggalan," pungkas Dewi Sandra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.