Kamis, 15 November 2018

Sering Cuci Vagina dengan Antiseptik, Bakteri Baik Bisa Hilang

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker serviks. shutterstock.com

    Ilustrasi kanker serviks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter Kandungan dan Kebidanan Toto Imam Soeparmo sangat menyarankan agar para wanita tidak menggunakan sabun pembersih atau cairan antiseptik pada vagina terlalu sering. "Cukup cuci dengan air biasa, selayaknya mandi saja," katanya dalam Memperingati Hari Ibu yang diselenggarakan PT Bank Negara Indonesia,  Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) serta Bracelet of HOPE pada Kamis 21 Desember 2017 di Jakarta. 

    Toto mengatakan cuci dengan air biasa sudah cukup. Bila terlalu sering mencuci vagina menggunakan obat antiseptik, maka yang akan terjadi bakteri baik akan hilang di organ intim itu. "Ada kuman baik di vagina wanita. Kuman itu akan membentuk asam dengan PH 4,5. Jangan sampai dimatikan," katanya. Baca: Tren Perhiasan Unik Tahun 2017

    Menurut Toto, jika vagina tetap diberi antiseptik secara berkala maka kuman baik itu akan mati. Akibatnya, vagina itu bisa tumbuh jamur. "Jangan termakan iklan," katanya.

    Ia mengatakan boleh menggunakan cairan antiseptik pembersih vagina, namun itu bila hanya kondisi tertentu. "Misalnya sedang sakit seperti keputihan. Bila sudah tidak sakit lagi, pakai air biasa saja untuk menjaga asam," katanya. 

    Toto meminta agar para wanita dan pria menjaga kebersihan organ intim sebelum melakukan hubungan seksual. Caranya cukup mudah, dengan mencuci organ intim masing-masing dengan air biasa sebelum dan sesudah melakukan hubungan badan. "Hal itu cara mudah mencegah terjadinya kanker serviks pada wanita," katanya. Baca: Jonghyun Bunuh Diri, Tips Hindari Anak dari Contoh Negatif Idola 

    Kanker serviks terjadi karena mulut rahim wanita terkena virus human papillomavirus atau HPV. Virus itu bisa terbawa udara dan menempel di penis pria yang tidak menjaga kebersihannya. Saat pria melakukan hubungan seksual, virus itu lalu menempel di mulut rahim wanita dan akhirnya menjadi kanker. "Makanan virus itu adalah sel di mulut rahim wanita, makanya wanita yang akhirnya menderita," katanya. Mencuci organ intim pria dan wanita sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual, dapat melunturkan virus yang sempat tertempel sehingga mengurangi kesempatan terjadinya kanker serviks.

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bekerja sama dengan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) serta Bracelet of HOPE mengajak wanita Indonesia untuk terus peduli terhadap ancaman bahaya kanker serviks dan ikut aktif mencegah penyebaran penyakit tersebut. 

    Dalam acara bertema 'BNI Mother’s Day, Incredible Beauty Unlimited' ini, hadir Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati, Duta Cegah Kanker Serviks Wulan Guritno, Janna Soekasah, penggagas Bracelet of Hope dan Retno Kembarwati, penyintas kanker serviks. Baca: Jonghyun Tewas, Simak Betapa Dekatnya Artis K-POP dengan Depresi

    Dalam memperingati Hari Ibu ini, BNI juga mengumpulkan buku-buku dari segenap staf BNI, untuk disumbangkan untuk memenuhi Kapal Belajar yang menjadi Perpustakaan Terapung bagi warga di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

    Adi mengatakan lembaganya memberi perhatian serius pada pencegahan penyakit ini, apalagi sebagian besar dari pegawai BNI adalah perempuan, yaitu sebanyak 14.499 pegawai atau 52,3 persen dari total pegawai BNI. "Kesehatan perempuan menjadi salah satu syarat penting untuk meningkatkan produktivitas dan performa BNI,” ujarnya.  Adi juga mengajak para ibu aktif mencari informasi dan pengetahuan tentang kanker serviks, menggali penjelasan tentang langkah-langkah preventif yang harus dilakukan, serta tips-tips gaya hidup yang sehat untuk mencegahnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.