Cara Unik Rayakan Hari Natal, Zac Efron Mendaki Gunung

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor asal AS, Zac Efron menghadiri pemutaran film perdananya untuk kawasan Inggris yang berjudul

    Aktor asal AS, Zac Efron menghadiri pemutaran film perdananya untuk kawasan Inggris yang berjudul "Me and Orson Welles" di London, Kamis (19/11) WIB. AP Photo/Joel Ryan

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Zac Efron punya cara berbeda merayakan Natal tahun ini. Pria berusia 30 tahun itu memilih mendaki gunung.

    Dalam akun Instagramnya, Zac memamerkan foto dirinya tengah berada di puncak sebuah gunung, tanpa mengenakan pakaian bagian atas. 

    Baca juga: 
    Mau Ganti Furnitur di Tahun Baru? Simak Dulu 3 Hal Ini
    Beda Sahabat Sejati dan Oportunis? Intip Pengalaman Ammar Zoni
    Khasiat Ikan, IQ Tinggi Tidur pun Nyenyak

    Zac tampil maskulin dengan mengenakan ikat kepala berwarna hitam dan membiarkan rambut-rambut tipis tumbuh di atas bibirnya.

    "Semoga liburanmu menjadi luar biasa #happyholidays," tulis dia dalam unggahan foto itu.

    Zac Efron (Instagam.com)

    Seperti dilansir Ace Showbiz, Zac juga berbagi lebih banyak foto saat dia mendaki gunung. Salah satu fotonya saat ia mengenakan kemeja putih dan ransel hitam. Dalam foto lain, sang aktor terlihat berjongkok di dekat tepi jurang. Sebuah topi hitam bertengger di atas kepalanya. 

    Zac masih terlibat mempromosikan film terbarunya "The Greatest Showman", yang rencananya tayang di bioskop seluruh Amerika Serikat pada 29 Desember mendatang.

    Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dia mengungkapkan hal yang paling sulit dari produksi film itu.

    "Meskipun ada banyak hal yang mengganggu, untuk beberapa alasan kami berhasil dengan sangat baik. Di syuting hari pertama, seperti air mata dan berada di ranjang rumah sakit, Lebih tertekan," kata Zac Efron.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.