Rasakan Cinta Atau Nafsu Terhadap Pasangan? Pahami Perbedaannya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan jatuh cinta. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan jatuh cinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Hubungan sehat dan berlangsung dalam jangka panjang, biasanya dibangun di atas hal yang lebih dari sekadar kontak fisik atau nafsu belaka. Monica Parikh, pelatih kencan dan hubungan dari School of Love NYC, menjelaskan dalam hubungan yang penuh kasih, ketidaksepakatan benar-benar membuat Anda lebih kuat sebagai pasangan. Belajar cara berkomunikasi yang baik, kepercayaan, kerentanan, dan keaslian bisa memperdalam suatu hubungan. Beberapa pakar hubungan menjelaskan perbedaan untuk bisa memahami perbedaan antara cinta dan nafsu belaka. 

    Baca: Jatuh Cinta? Ini Tanda-tandanya Secara Ilmiah

    Memiliki kualitas percakapan yang berarti

    Rabbi Shlomo Slatkin, konselor profesional klinis berlisensi dan Terapis Imago Relationship Certified, mengungkapkan sesuatu dianggap sebagai cinta jika di dalamnya ada tingkat komunikasi lebih dalam, seperti kualitas percakapan yang berarti, diskusi mengenai impian masing-masing, dan cerita tentang latar belakang keluarga.

    Tertarik secara seksual

    Konselor dan ahi hubungan bersertifikat untuk Bustle, David Bennett mengatakan sebuah hubungan kemungkinan hanya berlandaskan nafsu jika Anda merasa romantis dan bergairah secara seksual, namun tidak tertarik dengan aspek emosional dan non-seksual lainnya dari hubungan tersebut.

    Memiliki sifat obsesif yang tinggi

    Michelle Archard sebagai Ahli Romantis, mengungkapkan jika Anda terus mencari 'perbaikan' pada pasangan maka Anda mungkin masih berada dalam fase nafsu. Tapi jika Anda bisa berpergian beberapa saat tanpa saling kontak dan tidak terus memikirkannya maka Anda telah beralih ke fase cinta atau keterikatan.

    Merasa Berada di Sekitar Mereka

    Cinta adalah perasaan yang mendalam dan kasih itu berlapis. Periset Pernikahan dan Keluarga Berlisensi, Melissa Divaris Thompson mengatakan apabila Anda mencintai seseorang, secara umum Anda akan lebih tertarik untuk mengupas lapisan-lapisan tersebut untuk mengenal pasangan lebih jauh, peduli dengan mereka, dan menjaga kesehatan mereka.

    Fokus Mendapatkan Apa yang Anda Inginkan

    Menurut pakar hubungan Brian Taylor, nafsu adalah tentang mendapatkan apa yang Anda inginkan, sementara cinta lebih tentang bertahan dan memberi dalam hubungan. Di mana pikiran Anda berada menentukan apakah Anda merasakan cinta atau nafsu.

    Tidak merasa aman untuk membuka diri

    Jika Anda merasa aman untuk berbagi perasaan dalam hubungan Anda dan merasa diterima baik kelebihan maupun kekurangan oleh pasangan, itu mungkin cinta. Sebaliknya, jika merasa tidak dapat atau tidak ingin berbagi perasaan dan menjadi rentan secara emosional dalam hubungan Anda, Ini mungkin nafsu.  Jika Anda melihat ada perbedaan dalam hubungan Anda, Anda pasti akan mendapatkan beberapa sinyal untuk memahami perbedaannya. Jika itu sesuai dengan apa yang Anda inginkan, itu bagus. Jika tidak, saatnya untuk mengevaluasi kembali. 

    ELITEDAILY | BUSTLE.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.