Setelah Enam Dekade, Penerbitan Majalah Playboy akan Dihentikan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sketsa logo majalah Playboy yang pertama kali didesain (kiri), dan yang akhirnya terkenal sejak diluncurkan pada edisi kedua majalah dewasa ini. Keduanya sama-sama menggunakan kelinci yang berkonotasi nakal. Boredpanda.com

    Sketsa logo majalah Playboy yang pertama kali didesain (kiri), dan yang akhirnya terkenal sejak diluncurkan pada edisi kedua majalah dewasa ini. Keduanya sama-sama menggunakan kelinci yang berkonotasi nakal. Boredpanda.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Playboy Enterprises Inc dikabarkan akan menghentikan penerbitan majalah versi cetak Playboy. Managing Partner Rizvi yang juga CEO Playboy, Ben Kohn mengatakan saat ini timnya sedang mempersiapkan World of Playboy yang cakupan bisnisnya lebih luas dibanding sebuah bisnis kecil yang mewariskan publikasi cetak. "Pada 2018 kami berencana melakukan transisi bisnis media menjadi perusahaan pengelolaan citra (brand-management)," kata Kohn menurut The Wall Street Journal.

    Kepada The Journal, Kohn menilai bisnis media cetak bukan cara terbaik lagi untuk berkomunikasi dengan pelanggan pelanggannya di masa yg akan datang.

    Bisnis majalah Playboy dimulai mendiang Hugh Hefner lebih dari enam dekade lalu. Majalah dengan simbol kelinci putih itu merupakan salah satu majalah ikonik di Amerika Serikat dengan ciri khas wanita cantik berpakaian minim.  Baca: Tahun Baru 2018, ini Prediksi Astrolog di Tahun Anjing

    Kematian Hefner pada September 2017 lalu memicu pergantian kepemilikan majalah dengan konten untuk pembaca dewasa itu. Kepemilikan Playboy berpindah dari keluarga Hefner sebagai pemegang saham mayoritas ke perusahaan investasi privat Rizvi Traverse.

    Pendiri majalah Playboy Hugh Hefner (tengah), dikelilingi wanita saat merayakan ulang tahunnya ke-75 di Cannes, Prancis, 12 Mei 2001. Hefner memperkenalkan majalah Playboy tahun 1953, dan sejak itu Playboy menjadi salah satu merk yang paling terkenal di dunia. REUTERS/File Photo

    Sejak 2011, perusahaan Playboy Enterprises Inc telah fokus pada kesepakatan perizinan untuk menempatkan namanya di berbagai bisnis klub malam di India dan kasino di London. Namun hal itu memberikan hasil yang beragam.

    Dua klub malam di Macau ditutup dengan cepat karena kegagalan mendapatkan lisensi game, dan perlawanan lokal menyebabkan sebuah resor pantai India tidak pernah dibuka.

    Ada pula transaksi perizinan merk lain yang berhasil dilakukan. Seperti transaksi merk wewangian, kamar hiburan Sunset Strip, dan lisensi di China - di mana majalah tersebut tidak ada -. Baca: Perawatan Kulit Seleb Dunia, dari Kotoran Burung Hingga Bisa Ular

    Kohn mengatakan timnya sekarang lebih fokus pada kemitraan ekuitas, termasuk memindahkan pihak-pihak dari rumah Playboy ke klub-klub malam Las Vegas. Di klub malam, perusahaan akan memperluas pendapatannya tidak hanya berdasar biaya penjualan pemasaran. 

    NEWSMAX


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.