Rabu, 23 Mei 2018

Waspada Konten Negatif, Sekitar 24 Persen Diucapkan Saat Tidur

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi pria tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernah khawatir Anda mengatakan sesuatu yang disesali saat tidur? Sebuah studi dari Prancis baru-baru ini mengungkapkan bahwa gumaman Anda saat tertidur ternyata lebih negatif dan buruk dari yang akan Anda katakan saat sedang sadar.

    Penelitian tersebut dilakukan dengan menguji 230 orang dewasa selama dua malam berturut, dan penguji mencatat hampir 900 ucapan per malamnya. Hasilnya, para periset menemukan bahwa sebanyak 59 persen ucapan yang dikatakan saat tidur ada yang dapat dan tidak dapat dipahami, termasuk bergumam, berbisik atau tertawa.

    Baca juga:
    Ahok dan Veronica, Ini Kisah Romantisnya dalam Surat dan Bunga
    Kerja Malam Picu Risiko 3 Kanker Ini, Cek Penelitiannya
    Olahraga Menembak Latih Ketenangan, Konsentrasi, dan Kesabaran

    Dalam ucapan yang dapat dimengerti, terdapat 24 persen ucapan mengandung konten negatif, 22 persen mengandung bahasa yang "buruk" dan hampir 10 persen mengandung kata "tidak" dalam beberapa bentuk.

    F word merupakan salah satu kata yang paling umum diucapkan saat mengigau: 2,5 persen dari waktu tertidur, berbanding 0,003 persen saat tersadar. Secara total, 10 persen dari semua kata atau bahasa yang digunakan saat tidur mengandung makna yang buruk.

    Temuan ini mungkin mencerminkan apa yang disebut dengan "Threat Simulation Theory". Teori tersebut mengemukakan bahwa mimpi adalah simulasi yang membantu "melatih" orang untuk segala ancaman yang bisa terjadi saat terjaga. Meskipun konten yang diucapkan saat tidur mungkin lebih buruk dan kotor, ucapan tersebut ternyata sebanding dengan yang digunakan saat terjaga.

    Dr. Carl Bazil, direktur Divisi Sleep and Epilepsy di Columbia University, New York City, mengatakan bahwa temuan tersebut menunjukkan pemahaman mengigau jauh lebih kompleks dan hal tersebut mendukung gagasan bahwa ada fungsi otak yang bekerja lebih tinggi selama tahap tertidur.

    Ucapan atau ungkapan yang diucapkan saat tidur sebagian besar secara tata bahasa menunjukkan bahwa sistem saraf yang sama berfungsi seperti saat sedang terbangun.

    Pada akhirnya, penelitian mengenai hal yang dikatakan ketika tidur menunjukkan adanya tingkat fungsi otak yang kompleks yang dapat membantu memberi ilmuwan lebih banyak wawasan tentang tujuan dan proses dari mimpi, walaupun pada saat bersamaan, hal itu menunjukkan sisi diri kita yang kurang baik.

    LIVESCIENCE | NEARSAY


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Mahathir Mohamad Menjabat Kembali Perdana Menteri Malaysia

    Setelah mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 2003, Mahathir Mohamad kembali ke politik demi menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya.