Rabu, 23 Mei 2018

Jangan Bawa Pekerjaan Kantor ke Rumah, Begini Efeknya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria di tempat kerja. lovebscott.com

    Ilustrasi pria di tempat kerja. lovebscott.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekalipun pekerjaan setumpuk Anda hadapi di kantor, jangan pernah membawanya pulang ke rumah. Maklum, belakangan ini ada kabar perceraian beredar.

    Para peneliti mengungkapkan bahwa hal ini bisa merusak keintiman Anda dengan pasangan dan juga mempengaruhi kehidupan profesional Anda.

    Baca Juga:
    Migrain Tak Hanya Sakit Kepala Sebelah, Simak Penelitiannya
    5 Solusi Meningkatkan Rasa Percaya Diri, Jangan Ragu Bilang Iya
    Ini 3 Alasan Kenapa Jangan Minum Kopi Sebelum Penerbangan

    Selain itu, menggunakan perangkat mobile di rumah untuk keperluan kerja memiliki implikasi negatif bagi kehidupan kerja dan juga pada pasangan.

    Dalam studi yang dipublikasikan Journal of Occupational Health Psychology, para peneliti dari Universitas Texas di Arlington melakukan survei pada 344 pasangan suami istri.

    Semua partisipan adalah pekerja tetap dan menggunakan perangkat seluler atau tablet di rumah untuk keperluan pekerjaan mereka.

    Hasil survei menunjukkan, penggunaan perangkat bergerak selama waktu keluarga mengakibatkan rendahnya tingkat kepuasan kerja dan menurunkan kinerja kerja mereka.

    "Tidak mengherankan bila konflik terjadi saat pasangan menggunakan perangkat mobile di rumah. Mereka terkadang masih terlibat dalam aktivitas kerja selama waktu keluarga. Apa yang akhirnya terjadi adalah masalah di tempat kerja untuk kedua pasangan,"kata peneliti.

    "Pihak perusahaan perlu tahu bahwa ada ketegangan hubungan yang terjadi bila ada interaksi dengan karyawan di luar jam kerja, ini bisa menimbulkan masalah dalam pekerjaan," tambah peneliti seperti dilansir laman Indian Express.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Mahathir Mohamad Menjabat Kembali Perdana Menteri Malaysia

    Setelah mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 2003, Mahathir Mohamad kembali ke politik demi menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya.