Rabu, 23 Mei 2018

Kiat Cantik Ayu Laksmi, dari Makan Bunga sampai Yoga

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayu Laksmi dalam wawancara bersama Tempo di Nusa Dua, Bali, 7 November 2017. Pemeran Ibu alias Mawarni Suwono dalam film Pengabdi Setan, bersedia diliput kegiatannya selama sehari. Tempo/Ilham Fikri

    Ayu Laksmi dalam wawancara bersama Tempo di Nusa Dua, Bali, 7 November 2017. Pemeran Ibu alias Mawarni Suwono dalam film Pengabdi Setan, bersedia diliput kegiatannya selama sehari. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum lama ini Ayu Laksmi berbagi kiat cantik. Salah satunya makan bunga.

    Orang zaman sekarang, menurut Ayu, sering lupa apa saja yang sudah disantap. Salah satu cara untuk mengingat adalah dengan memasak sendiri. Aktris kelahiran 25 November itu tidak menampik tudingan, salah satu yang disantapnya adalah bunga.

    Baca juga:
    4 Jurus Sukses Memulai Bisnis ala Nadiem Makarim
    Tanda Selingkuh: Pria Cuci Pakaian Sendiri, Wanita?
    Jangan Bawa Pekerjaan Kantor ke Rumah, Begini Efeknya

    “Saya makan kembang bukan untuk ritual agar awet muda, lo. Bunga-bunga segar itu saya campur dengan salad atau rujak,” kata Ayu.

    Kebiasaan ini mengingatkan kita kepada almarhumah Suzzanna. Semasa hidupnya, Suzzanna mengaku mengkonsumsi kembang melati. 

    Meski sejumlah jurnal kesehatan mengakui khasiat kembang melati bagi kesehatan pencernaan, tetap saja awam mengaitkan konsumsi melati dengan ritual mistis. Saat disamakan dengan almarhum Suzzanna, Ayu Laksmi hanya tersenyum.

    Rupanya, bukan hanya melati yang disantap Ayu. “(Selain melati), saya makan bunga cempaka, kamboja, dan sandat (kenanga). Bunga baik untuk kesehatan pencernaan usus kita. Sekali lagi, ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan ritual,” tegas Ayu.

    Resep awet muda Ayu berikutnya sama seperti banyak orang, berolahraga. Ayu Laksmi memilih yoga dan meditasi. Yoga dilakukan setiap pagi atau sore, kurang lebih 30 menit. Meditasi dilakukan dengan mengatur napas sembari berkonsentrasi, saat melakukan kegiatan sehari-hari. Dengan kesadaran membangun konsentrasi, kita bisa menyesuaikan diri di mana pun beraktivitas. 

    “Kadang, kita tak sadar membawa pola pikir daerah asal saat mengunjungi tempat lain. Saat menyadari di mana kita berada, kita mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Empati bertumbuh, pikiran positif terbentuk, lalu kecantikan kita muncul dari dalam diri,” kata Ayu Laksmi


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Mahathir Mohamad Menjabat Kembali Perdana Menteri Malaysia

    Setelah mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 2003, Mahathir Mohamad kembali ke politik demi menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya.