Kamis, 22 Februari 2018

Enema Kopi ala Gwyneth Paltrow, Apa Dampaknya untuk Kesehatan?

Reporter:

Anastasia Pramudita Davies

Editor:

Susandijani

Kamis, 11 Januari 2018 13:19 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Enema Kopi ala Gwyneth Paltrow, Apa Dampaknya untuk Kesehatan?

    Ilustrasi diet. on.net.mk

    TEMPO.CO, Jakarta - Enema Kopi menjadi perbincangan setelah  situs belanja dan gaya hidup milik Gwyneth Paltrow, Goop,  merekomendasikannya. Enema Kopi adalah metode detoksifikasi dengan cara pembersihan kolon atau usus besar menggunakan enema kopi.

    Goop mengikutsertakan seorang dokter spesialis kardiovaskular terkenal di New York, Dr Alejandro Junger, untuk menjelaskan mengenai metode ini dari sudut pandang kesehatan.

    Baca juga:
    Heboh Box Office: Film Jumanji Juara, Insidious? Lewat
    Gucci Buka Restoran Mewah, Resepnya dari Surga
    Pentingnya Beri Kejutan, Agar Pasangan Tidak Selingkuh

    Namun, wawancara dengan Junger diisi dengan informasi yang tidak didukung baik oleh literatur medis atau oleh anatomi manusia dan fisiologi. Tidak ada data yang menunjukkan bahwa kolon dapat membantu pembuangan limbah yang transit pada usus besar. Tidak ada racun yang harus dibersihkan atau diirigasi.

    Sebuah studi tahun 2011 tentang kolonisasi menyimpulkan bahwa pembersihan usus besar terbukti tidak memiliki manfaat dan berdampak buruk bagi tubuh.

    Junger mengatakan bahwa residu dalam metode detoksifikasi ini adalah "plak mukoid", yang pada dasarnya merupakan sejenis lem pengikat yang murni dan bersih dan dibutuhkan kolon untuk proses pengangkatan. Pernyataan ini tidak didasari dari penelitian yang telah dipublikasikan, Junger menyarankan untuk mengetahui pla mukoid lebih jelas melalu mesin pencarian di internet.

    Plak mukoid (atau tutup mukoid atau tali) adalah istilah pseudoscientific yang digunakan oleh beberapa advokat pengobatan alternatif untuk menggambarkan apa yang diklaim sebagai kombinasi dari bahan peledak dan bahan makanan berbahaya yang diduga berbahaya yang menurut mereka melapisi saluran pencernaan kebanyakan orang.

    Terrnyata, istilah "plak mukoid" diciptakan oleh Richard Anderson, seorang naturopath, yaitu praktisi terapi alami yang menggunakan metode pengobatan tradisional, bukan dokter spesialis bagian perut dan sistem pencernaan. Jadi bukanlah seorang dokter yang benar-benar memahami apa yang ada di dalam usus besar.

    Tidak ada satu studi atau bahkan kasus-laporan yang menggambarkan fenomena ini.

    Ada risiko serius terhadap metode ini, seperti perforasi usus besar, kerusakan bakteri usus, sakit perut, muntah, kelainan elektrolit dan gagal ginjal.

    Ada juga laporan tentang infeksi serius, emboli udara, kolitis, dan perforasi rektum. Jika Anda pergi ke spa dan peralatannya tidak disterilkan, infeksi bisa menular melalui tubing. 

    Maka, tidak ada bukti valid bahwa pembersihan usus besar dapat meningkatkan kesehatan Anda. Enema kopi dan koloninya tidak memberi manfaat kesehatan. Ilmu saintifik yang digunakan untuk mendukung metode ini tidak sehat dan bisa berakibat terjadi komplikasi yang sangat nyata.

    THEGUARDIAN | NATIONALPOST


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Vino G Bastian, Sherina Munaf, dan Para Pemeran Wiro Sableng 212

    Bersama Sherina Munaf dan Marsha Timothy, Vino G Bastian menghidupkan kembali tokoh penggenggam Kapak Maut Naga Geni 212 dalam film Wiro Sableng.