Kamis, 16 Agustus 2018

Media Sosial Rebut Privasi, Efeknya : Bohongi Diri Sendiri

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi slank di dunia maya/media sosial. Shuterstock

    Ilustrasi slank di dunia maya/media sosial. Shuterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Memamerkan berbagai hal di media sosial bisa memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Psikolog Rose Mini mengatakan salah satu dampak utamanya adalah tidak adanya privasi untuk seseorang. "Privasi itu penting sekali dimiliki," katanya saat dihubungi Rabu 10 Januari 2018.

    Menurut Bunda Romi, alias Rose Mini, tidak adanya privasi membuat seseorang tidak bisa lagi menjadi diri sendiri. "Orang tidak bisa bergerak bebas tanpa adanya privasi," katanya.

    Menurut Bunda Romi, orang-orang yang memamerkan berbagai hal di dunia maya adalah efek dari sudah tidak ada lagi budaya menulis buku harian. Ia mengatakan buku harian, yang hanya dibaca oleh kita sendiri, bisa membuat diri lebih tenang karena tidak perlu capek mengurus pandangan orang lain. Maklum, isi buku itu hanya kita yang tahu. "Ketika kita melakukan curhat di media sosial, maka akan banyak mata yang melihat, dan banyak pendapat yang berseliweran, banyak pula yang akan berkomentar," katanya. Baca: Pasangan Suka Bohong atau Selingkuh? Ini kata Psikolog

    Bunda Romi mencontohkan, ketika kita terbiasa mengunggah foto-foto mewah di dunia maya, akan agak susah bagi seseorang hidup dengan gaya sederhana di dunia nyata. "Misalnya dia terbiasa menampilkan gaya hidup mewah di media sosial. Namun saat di dunia nyata dia tidak bisa hidup mewah, dia akan minder atau malu karena takut dilihat sama teman-temannya," katanya.

    Hal itu sering terjadi pada artis. Bunda Romi mengatakan banyak artis yang mengaku kepadanya bahwa terkadang ia malu menggunakan pesawat kelas ekonomi karena selama ini terbiasa menggunakan pesawat di kelas bisnis. "Mereka jadi takut dengan omongan orang," katanya.

    Contoh lain, ada juga artis yang mengeluh karena dirinya tidak memiliki privasi karena terbiasa tampil dengan make up di luar rumah. "Jadi demi menjaga image di masyarakat, dia wajib menggunakan riasan wajah ke manapun dia pergi. Hidup seperti itu kan capek sekali," katanya. Baca: Ramai Media Sosial, Psikolog ini Kasihan dengan Anak Zaman Now

    Bunda Romi menambahkan, dia pernah menjadi narasumber di sebuah acara bincang-bincang bersama artis. Saat itu sang artis pun mengeluhkan tidak adanya ranah privasi bagi dirinya. Semua orang ingin tahu tentang dirinya. Ketika keluar rumah pun, semua orang akan meminta tanda tangannya, atau meminta berfoto dengannya. Tidak jarang juga orang-orang sebelahnya berbisik-bisik membicarakan dirinya. "Akhirnya agar bisa tenang saat keluar rumah, ia harus menggunakan rambut palsu dan kacamata agar terhindari dari sorotan publik," katanya.

    Memiliki privasi, kata Bunda Romi, artinya bisa menghargai diri sendiri. Orang itu pun bisa menikmati apapun yang dilakukannya. "Jadi orang itu bisa menjadi dirinya sendiri dan tidak perlu menjadi orang lain saat di depan umum," kata Bunda Romi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.