Rabu, 23 Mei 2018

Miss Internet Indonesia Kembali Digelar, Ini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mahkota (pixabay.com)

    Ilustrasi mahkota (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menggelar Pemilihan Miss Internet Indonesia 2018. Perhelatan tahun ini digelar APJII bekerja sama dengan Jingga PR dan Media Firm. Tujuannya, mengkampanyekan penggunaan internet secara kreatif dan cerdas melalui kontes kecantikan berbasis intelektualitas di bidang teknologi.

    Baca juga: 
    Tidak Perlu Takut Jadi Seniman, Simak Kata Pelukis Naufal Abshar
    Pasangan Suka Bohong atau Selingkuh? Ini kata Psikolog
    Candu Gawai, 2 Anak Ini Mengalami Gangguan Jiwa

    Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menjelaskan, para peserta Miss Internet Indonesia 2018 tidak hanya dipilih berdasarkan kecantikan semata. Mereka harus bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang penggunaan teknologi di masa kini. Selain itu, peserta Miss Internet harus memiliki pengetahuan teknologi digital seperti bagaimana mengelola blog maupun vlog tanpa unsur SARA.

    "Selain mengkampanyekan internet cerdas, pemenang kontes ini mesti menyuarakan dan membantu menginformasikan kepada warganet tentang produk-produk Indonesia. Termasuk mempresentasikan aplikasi, toko daring, dan lain-lain," terang Jamalul ditemui di Hotel Lemo, Tangerang Selatan, pekan ini. Ia menambahkan, pencarian finalis Miss InternetIndonesia tahun ini dihelat di 12 kota wilayah APJII selama dua bulan.

    Agenda penyisihan dimulai awal September hingga Oktober mendatang. Sejumlah kota yang akan disambangi yakni Medan, Batam, Balikpapan, Bandar Lampung, Bali, Pekanbaru, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Jakarta, dan Banten. Sementara malam puncak Miss Internet Indonesia 2018 diselenggarakan pada 3 November 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Mahathir Mohamad Menjabat Kembali Perdana Menteri Malaysia

    Setelah mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 2003, Mahathir Mohamad kembali ke politik demi menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya.