Rabu, 14 November 2018

Ramai Kasus Joshua, YouTuber: Anak Muda Harus Pintar Saring Info

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi main ponsel di kantor. Gowa5.com

    Ilustrasi main ponsel di kantor. Gowa5.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ge Pamungkas dan Joshua Suherman saat sedang melakukan pertunjukan stand up comedy menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat, khususnya netizen.

    Menanggapi kasus Joshua tersebut, YouTuber Jovial Da Lopez dan Andovi Da Lopez, yang dikenal dengan channel YouTube-nya, SkinnyIndonesian24, memberikan tanggapan mereka terkait dengan masalah tersebut. "Sangat disayangkan kasus tersebut terjadi," kata pemilik satu juta subscribers di channel YouTube tersebut.

    Baca juga:
    Olivia Nova Meninggal, Ini Biaya Pemakaman di Berbagai Negara
    Waspada High Heels, Begini Efeknya pada Ayu Ting Ting

    Menurut mereka, masyarakat seharusnya bisa melihat permasalahan tersebut berdasarkan konteksnya, sedang di mana atau sedang dalam situasi seperti apa. Dalam pertunjukan stand up, penggunaan omongan yang dibawakan komika bukanlah yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Mereka sedang melakukan stand up comedy. Dalam pertunjukan stand up, batas omongan dan omongan itu sendiri tidak seperti di kehidupan sehari-hari. Stand up comedy itu juga dikenal dengan penggunaan satir sebagai cara berkomunikasi. Omongan satir yang tidak disensor di tempat pertunjukan sang komedian, jika dinilai dari perspektif lingkungan biasa kita yang dipenuhi sensor, sudah pasti banyak yang tidak diterima,” ujar mereka kepada Tempo melalui surat elektronik, Jumat, 12 Januari 2018.

    Menurut SkinnyIndonesian24, sebagai generasi muda yang hidup pada zaman informasi dapat diterima dengan bebas dan mudah, kita harus pintar menyaring informasi yang ada.

    “Siapa pun sekarang bisa membuat berita. Cek sumber, benar atau enggak? Cek motif sumber tersebut. Pelajari lebih dalam. Jangan terima informasi begitu saja. Banyak orang menyebarkan berita karena memang itu kenyataannya, tapi banyak yang bisa fabrikasi sebuah berita demi kepentingan dia sendiri,” ucap mereka. Baca: Gaji PNS Naik, Simak 6 Trik Jitu agar Gaji Naik dari Ahlinya 

    Mereka menyayangkan banyak generasi muda yang saat ini langsung percaya dengan apa yang dilihat atau didengar. Sebab, menurut mereka, banyak oknum tertentu menggunakan keluguan ini untuk agendanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.