6 Tanda Anak Alami Pelecehan Seksual, Orang Tua Wajib Paham

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reaksi siswa ketika memperhatikan guru yang menampilkan ilustrasi yang menggambarkan seorang siswa dianiaya oleh seorang guru, dan menjelaskan langkah-langkah ketika terjadi pelecehan seksual, di Shadabad Sekolah Dasar Perempuan di desa Gohram Panhwar di Johi Pakistan (12/2). Pendidikan seks adalah umum di sekolah-sekolah Barat tetapi pelajaran terobosan ini sedang berlangsung di pedesaan sangat konservatif Pakistan, sebuah negara Muslim dari 180 juta orang.  REUTERS/Akhtar Soomro

    Reaksi siswa ketika memperhatikan guru yang menampilkan ilustrasi yang menggambarkan seorang siswa dianiaya oleh seorang guru, dan menjelaskan langkah-langkah ketika terjadi pelecehan seksual, di Shadabad Sekolah Dasar Perempuan di desa Gohram Panhwar di Johi Pakistan (12/2). Pendidikan seks adalah umum di sekolah-sekolah Barat tetapi pelajaran terobosan ini sedang berlangsung di pedesaan sangat konservatif Pakistan, sebuah negara Muslim dari 180 juta orang. REUTERS/Akhtar Soomro

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pelecehan seksual pada anak di Indonesia kini makin tinggi. Satu persatu korban akhirnya berani buka mulut dan melaporkan si pelaku. Tidak mudah menemukan korban pelecehan seksual, terutama pada anak di bawah umur, karena banyak pelaku memanipulasi anak dan menciptakan situasi yang terlihat seperti konsensual. Hal itu ditambah dengan rasa ketakutan dan malu membuat anak menjadi enggan membahas pelecehan seksual yang dialaminya.

    Baca: Hobi Flyboarding ala Ayushita dan Katy Perry? Nikmati di Yogya

    Anak-anak sering tidak membicarakan pelecehan seksual karena takut. Mereka pikir itu adalah kesalahan mereka dan kebanyakan mereka yakin oleh pelaku bahwa itu normal atau ini adalah "rahasia khusus". "Mereka mungkin juga disuap atau diancam oleh pelaku atau mengatakan bahwa mereka tidak akan dipercaya jika mereka adalah anggota keluarga atau teman, dan khawatir membuat mereka bermasalah. Anak mungkin bahkan tidak tahu bahwa apa yang terjadi pada mereka adalah salah, " kata konsultan senior sekaligus psikiater dari Rumah Sakit Fortis di Anandpur, Kolkata, India, Sanjay Garg, seperti dilansir Timesofindia.com.

    Karena itu, sangat penting bagi orang tua mengenal dan melihat tanda-tanda kemungkinan anaknya mengalami pelecehan seksual. Pengetahuan ini sangat penting diketahui orang tua agar anaknya tidak menjadi korban dan akhirnya trauma pada masa mendatang.

    Baca: Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Lomba Lari Marathon, Simak Ahli

    Pelecehan seksual memang salah satu pengalaman tersulit dan paling menyedihkan bagi orang tua untuk mengetahui bahwa anak mereka telah mengalami kasus asusila itu. Dalam situasi seperti ini, sangat normal bagi orang tua untuk kehilangan kesabaran, mengalami shock, atau penolakan. Namun orang tua harus menjaga kesabaran menjadi karena anak membutuhkan dukungan dan perawatan lebih dari sebelumnya pada saat seperti itu.

    Sayangnya, banyak orang tua tidak sadar bahwa anaknya adalah korban. Yang lebih mengerikan adalah kenyataan bahwa banyak anak dilecehkan anggota keluarga dekat atau teman keluarga. "Orang dewasa perlu menyadari untuk dapat mengenali tanda-tanda pelecehan seksual pada anak-anak karena korban pelecehan sering menunjukkan tanda-tanda yang tidak dikenali," ujar Garg.

    Berikut ini tanda-tanda halus anak mengalami pelecehan seksual.

    Perubahan dalam perilaku atau mood
    Korban pelecehan seksual tampak sering menarik diri. Orang tua harus berhati-hati jika anak menjadi agresif atau mulai menghindari orang lain. Terkadang, anak yang bebas dan ceria mungkin menjadi kikuk dan mulai sering menangis. Perubahan perilaku lain termasuk mengalami kesulitan tidur atau mengompol.

    Baca: Waspada Phubbing Ganggu Hubungan Pasangan, Apa itu Phubbing?

    Menghindari pelaku
    Orang tua harus berhati-hati jika seorang anak tidak menyukai orang yang dia sukai sebelumnya. Anak bahkan mungkin menunjukkan gejala ketakutan yang ekstrem pada orang tersebut dan mencoba tidak menyendiri dengan diri sendiri. Hal ini biasa terjadi pada anak-anak yang secara berulang-ulang disiksa anggota keluarga atau teman.

    Perilaku tidak pantas secara seksual
    Orang tua kerap memarahi anak mereka jika berperilaku dengan cara yang tidak pantas secara seksual atau mulai menggunakan bahasa yang eksplisit secara seksual. Namun ini mungkin merupakan tanda halus bahwa anak tersebut adalah korban pelecehan seksual dan dia hanya menirukan bahasa dan perilaku pelaku.

    Masalah fisik
    Beberapa korban sering menderita berbagai masalah kesehatan, termasuk nyeri di daerah genital dan dubur, serta infeksi menular seksual. Orang tua harus berhati-hati jika melihat memar di bagian tubuh anak yang tidak terpapar dan dia gagal menjelaskan penyebabnya.

    Baca: Apa yang Didengarkan Bayi Saat Dibacakan Buku?

    Masalah di sekolah
    Anak-anak yang dilecehkan secara seksual mengalami gangguan mental sehingga sangat sulit berkonsentrasi pada aktivitas keseharian mereka. Akibatnya, mereka mungkin mengalami kesulitan belajar atau kehilangan konsentrasi dan nilai mereka di sekolah mungkin mulai menurun. Ini adalah tanda yang sangat halus yang perlu ditangani orang tua dengan cara yang sangat sensitif.

    Memberi petunjuk
    Terkadang anak-anak mulai memberikan petunjuk bahwa pelecehan itu terjadi tanpa mengungkapkannya secara langsung. Beberapa korban begitu bingung dan takut berpikir dua kali sebelum mendekati orang dewasa untuk meminta pertolongan. Dalam situasi seperti ini, anak tersebut mungkin akan merasa lemah dan berusaha menunjukkannya pada orang tuanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.