Heboh Viostin DS, Sendi Anak pun Bisa Terancam, Simak 4 Solusinya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak bermain sepak bola sebalum memasuki ruangan kelas di sekolah di Mosul, Irak, 23 Januari 2017. REUTERS/Muhammad Hamed

    Sejumlah anak-anak bermain sepak bola sebalum memasuki ruangan kelas di sekolah di Mosul, Irak, 23 Januari 2017. REUTERS/Muhammad Hamed

    TEMPO.CO, Jakarta - Heboh Viostin DS, yaitu  suplemen makanan yang ditujukan untuk memelihara kesehatan fungsi sendi. Sebetulnya masalah persendian tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Apa bedanya masalah sendi anak dan dewasa?

    “Nyeri sendi pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, nyeri sendi terjadi karena proses degeneratif atau penuaan, sedangkan pada anak tidak ada atau tidak terjadi proses penuaan tersebut,” ujar Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi Anak Aryadi Kurniawan ketika dihubungi TEMPO.CO pada 1 Februari 2018.


    Baca juga:
    Terungkap, ini Hadiah dari Melania Trump untuk Michelle Obama
    Kedondong Cocok untuk Diet? Bagaimana Memilihnya?
    Kolorektal, Kanker Kedua yang Mengancam Pria, Kenali 4 Tandanya

    Disebutkan Aryadi, nyeri sendi anak paling sering disebabkan oleh inflamasi yang dipicu oleh infeksi, proses autoimun, dan proses neoplasma (tumor tulang dan sendi). Lebih lanjut, ia menjelaskan, berat badan berlebih pada anak tidak akan menyebabkan nyeri sendi. Akan tetapi, berat badan berlebih akan menyebabkan proses degeneratif (penuaan) menjadi semakin cepat.

    Pada sendi, terdapat tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan saat sendi bergerak atau bergesekan. Proses degeneratif pada tulang rawan sendi akan menyebabkan hilangnya integritas mekanis sehingga fungsinya sebagai bantalan akan menurun. “Akibatnya gerakan sendi menjadi tidak halus dan mulus lagi dan terjadi gesekan kasar antara permukaan sendi. Gesekan tersebut akan menyebabkan nyeri sendi,” kata Aryadi menjelaskan.

    Ditambahkan bahwa sendi, tulang, tulang rawan, urat atau ligamen, otot, dan saraf tepi adalah satu kesatuan yang termasuk dalam sistem muskuloskeletal.

    Ada beberapa cara yang disarankan Aryandi untuk menjaga kesehatan sistem sendi pada anak.  Pertama memenuhi kebutuhan gizi, kedua aktif berolahraga, ketiga mencegah terjadinya kecelakaan pada anak, dan keempat memeriksakan anak ke dokter jika ada keluhan. 


    MAGNULIA SEMIAVANDA HANINDITA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.