Rabu, 14 November 2018

Orang Tua Diminta Selektif Pilih Informasi Gizi dari Internet

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menggendong anak. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu menggendong anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Internet kini telah jadi salah satu referensi bagi siapa saja dalam mencari informasi, termasuk soal gizi dan kesehatan. Namun, para orang tua dianjurkan untuk berhati-hati dan lebih bijak, atau tak mentah-mentah menerima informasi yang beredar di internet terkait dengan gizi anak.

    Maklum, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2016, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa atau sebesar 51,8 persen dari total populasi.

    Begitu mudahnya saat ini mencari informasi di dunia maya. Media sosial beserta para influencer juga menjadi faktor pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan, termasuk dalam hal mengasuh anak. Namun, ibu harus lebih bijak dalam memilih informasi yang diterima untuk menghindari kesalahpahaman, terutama dalam memberikan nutrisi yang tepat untuk bayi. Baca: Heboh Melahirkan, Ini 5 Fakta Kehidupan Kylie Jenner

    Dokter Melanie Yudiana Iskandar mengatakan, seringkali pasien datang untuk menanyakan tren pengasuhan tertentu yang dilihat di media sosial. “Setiap anak berbeda-beda, tetapi dalam menyiapkan nutrisi atau makanan pendamping ASI, ibu harus selektif tentang informasi yang mereka dapat,” kata Melanie melalui keterangan resmi, Rabu 7 Februari 2018.

    Dia mengatakan nutrisi yang diberikan saat periode emas, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan akan mempengaruhi perkembangan anak di sepanjang hidupnya, dari postur tubuh hingga perkembangan kognitif anak. “Inilah mengapa mempersiapkan makanan pendamping ASI yang baik dengan nutrisi yang tepat sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

    Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) selama periode pertumbuhan penting untuk perkembangan otak anak-anak. Menurut Melanie, MPASI yang baik adalah yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan lemak dengan kepadatan serta volume yang tepat. Baca: Blazer Favorit Busana Generasi Milenial ,Tilik Trik Cara Pakainya

    Dia menilai banyak ibu yang salah kaprah pemberian MPASI setelah usia 6 bulan hanya terdiri dari buah dan sayur saja. Padahal anak juga membutuhkan asupan kalori. “Sebenarnya buah adalah penghambat penyerapan zat besi—zat yang sangat dibutuhkan anak pada periode emas untuk mencegah anemia dan pembentukan sinaps-sinaps otak.”

    Seiring dengan bertambahnya usia bayi, kandungan zat besi pada ASI sang ibu berkurang, ditambah lagi buah dan sayur tanpa karbohidrat, makin lama si anak ini makin kekurangan gizi zat besi. “Karenanya harus ada karbohidrat, seperti tepung beras, tepung, kentang, lalu jangan lupa tambahkan protein hewani dan lemak baik pada MPASI.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.