10 Hal Sepele Ini Bisa Buat Rencana Pernikahan Batal

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan putus cinta. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan putus cinta. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika dua orang memutuskan menikah, banyak mimpi romantis yang dibayangkan. Menikah memang bukan hanya urusan dua orang, melainkan keluarga kedua belah pihak juga terlibat. Persiapan pernikahan merupakan usaha bersama dari kedua keluarga pasangan yang akan menikah dan sering membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membawa efek yang diinginkan pada tanggal pernikahan yang dijadwalkan, yaitu hari yang sangat istimewa bagi pasangan baru tersebut.

    Namun, terkadang, dalam persiapan pernikahan itu, muncul hubungan yang kurang baik di antara kedua belah pihak. Tak jarang, di tengah persiapan pernikahan, tiba-tiba calon pengantin membatalkan rencana pernikahan. Barangkali Anda pernah mendengar rencana pernikahan batal walau undangan sudah disebar. Berikut ini 10 alasan yang sulit dipercaya mengapa orang bisa membatalkan rencana pernikahan mereka sendiri versi Boldsky.comBaca: Ketika Presiden Emoh Pakai Rompi Anti Peluru, Tugas Paspampres...

    1. Terlalu banyak berdebat

    Jika pasangan pengantin terlalu banyak berdebat dalam masalah perencanaan pernikahan mereka dan anggaran, mereka akhirnya menyadari bahwa pandangan mereka tidak akan pernah sesuai satu sama lain dalam kehidupan. Jadi mereka mungkin membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka yang pastinya akan menjadi sia-sia di masa depan.

    2. Tidak sepakat

    Pasangan merasa bebas merencanakan kehidupan pernikahan mereka di masa depan. Pasangan memulai kehidupan keluarga sendiri dengan anak-anak mereka. Tapi, sayangnya, beberapa pasangan mungkin menganggap bahwa pandangan dan keinginan mereka tentang kehidupan masa depan tidak sesuai satu sama lain. Saat ini, beberapa gadis modern mungkin tidak menyukai gagasan untuk hamil dan memiliki bayi, sementara pasangan mereka stres karena ingin memiliki bayi dalam kurun waktu singkat.

    3. Kurang menghormati

    Calon pengantin bisa saja tiba-tiba menemukan bahwa salah satu dari mereka terlalu mendominasi yang lain dan mungkin tidak menunjukkan rasa hormat yang cukup untuk mengakui keputusan pasangannya. Karena hubungan perkawinan didasari rasa saling menghormati, membatalkan pernikahan dan menghentikan hubungan yang tidak sesuai dirasa benar.

    4. Banyak perbedaan

    Mempelai wanita mungkin menyadari selama bulan-bulan dalam persiapan pernikahan mereka ada terlalu banyak aspek, di mana keduanya sangat berbeda satu sama lain. Jika mereka mencari pasangan yang akan sangat cocok dengan mereka, lebih baik mereka mengakhiri hubungan sebelum mengikat simpul perkawinan dan mencari seseorang yang lebih sesuai untuk mereka masing-masing. Baca: Mau Jadi Paspampres, Harus Ganteng? Simak Syaratnya

    5. Keputusan sepihak

    Terkadang, keputusan membatalkan pernikahan adalah keputusan hanya salah satu pihak yang dapat disebabkan oleh beberapa alasan pribadi. Bisa saja salah satu pihak mungkin terlalu pemalu dan patuh untuk menyerah dan menyetujui keputusan ini, meskipun dia benar-benar tidak ingin mengakhiri hubungan dari hati dan tetap mencintai pasangannya.

    6. Selingkuh

    Wanita atau pria tiba-tiba menemukan bahwa pasangan menipu dirinya dan berkencan dengan orang lain secara diam-diam selama masa persiapan pernikahan mereka. Jadi cukup benar jika keluar dari hubungan ini dan membatalkan pernikahan, karena hubungan perkawinan tidak bisa berhasil tanpa saling percaya.

    7. Stabilitas hubungan

    Ketika pasangan menjadi sangat yakin bahwa mereka benar-benar saling mencintai dan ingin menghabiskan hidup bersama, mereka memutuskan mengikat simpul perkawinan. Tapi beberapa pasangan menjadi tidak yakin akan cinta dan rasa saling mencintai mereka dalam periode singkat persiapan pernikahan kemudian memutuskan membatalkan pernikahan mereka. Baca: Waspada Dampak Diet Keto, Mayo dan OCD, Ini Kata Ahli

    8. Kurang menghargai keluarga

    Perkawinan juga berarti pasangan tersebut menerima keluarga pasangan lainnya sebagai miliknya. Namun, jika satu pasangan merasa tidak hormat atau sama sekali tidak tertarik dengan anggota keluarga pasangan lain, bahkan sebelum menikah, kemungkinan besar skenario yang sama akan berlanjut setelah pernikahan, yang dapat menyebabkan konflik di antara pasangan. Jadi lebih baik membatalkan pernikahan dan keluar dari hubungan ini.

    9. Tekanan keluarga

    Terkadang, terlihat bahwa anggota keluarga pengantin wanita mungkin tidak menyukai pilihan anak perempuan atau anak mereka, bahkan jika tanggal pernikahan sudah dijadwalkan. Kemudian mereka mungkin terus-menerus menekan atau bahkan secara emosional "memeras" emosi calon pengantin wanita untuk mengakhiri hubungan ini, yang akhirnya mengakibatkan pembatalan pernikahan, jika pasangan tersebut memenuhi tuntutan keluarga mereka. Baca: Advent Bangun Gagal Ginjal, Penyakit Ini Rentan Menyerang Wanita

    10.Tekanan

    Saat pernikahan dijadwalkan dan persiapan pernikahan berjalan lancar, salah satu pihak mungkin mulai menciptakan tekanan pada yang lain dengan beberapa tuntutan aneh, seperti mengganti namanya atau untuk mendapatkan rumah di daerah yang dipilih.

    Hal lain misalnya pihak wanita atau pria ingin melepaskan pasangannya dari lingkaran teman dan persahabatan yang sudah dimiliki sebelum pernikahan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pernikahan dibatalkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.