Rabu, 14 November 2018

Wahai Orang Tua, Bosan Bisa Buat Anak Jadi Kreatif

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak main game. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak main game. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah gawai menjadi penyelamat terbaik Anda dalam situasi membuat anak menjadi anteng karena asyik menonton tayangan kesukaannya di layar tablet atau telepon genggam? Stephen Balkam, pendiri dan CEO Family Online Safety Institute, mengatakan gawai atau perangkat elektronik bukanlah pilihan terbaik untuk menghilangkan rasa bosan pada batita. Baca: Kapan Waktu Paling Tepat Ungkapkan Cinta? Simak Hasil Survei

    Misalnya, orangtua memberi gadget pada anak selama perjalanan naik kereta agar mereka tidak bosan dan rewel sampai tujuan. Stephen mengatakan ada hal-hal yang bisa terlewatkan oleh anak saat orang tuanya memilih jalan pintas gadget sebagai penawar bosan.

    “Mereka yang harusnya bisa melihat-lihat pemandangan di luar jendela jadi hanya menunduk melihat gadget, mereka bisa kehilangan interaksi sosial,” katanya dalam diskusi “Create, Connect, Respect: Memberdayakan Orangtua untuk Memandu Anak-anak yang Terkoneksi” di Jakarta, Senin 12 Februari 2018.

    Selain itu, secara tidak langsung orang tua juga merenggut rasa bosan dari anak. Padahal, kebosanan bisa membuat mendorong anak untuk menciptakan atau memikirkan sesuatu yang penuh imajinasi. Baca: Juara Ajang MMA, Randy Pangalila Bagikan Tips Pola Diet

    Gawai bisa diberikan pada anak bila sudah cukup besar, tetapi dengan pertimbangan orangtua juga tidak boleh gagap teknologi, selalu memantau anak dan menerapkan aturan ketat terhadap apa yang boleh dan tidak boleh diakses buah hati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.