Jumat, 25 Mei 2018

Dokter : Jangan Percaya Iming-Iming Obat Pemecah Batu Ginjal

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ginjal

    Ilustrasi ginjal

    TEMPO.CO, Jakarta - Iklan tentu selalu menawarkan berbagai hal, salah satunya penyembuhan dari suatu penyakit ginjal. Batu ginjal adalah salah satu penyakit yang diderita kebanyakan orang daerah tropis.

    Penyakit batu ginjal tentu bisa menjadi masalah pada tubuh, sehingga penderita perlu segera mendapat pengobatan. Dokter Spesialis Urologi dari Rumah Sakit Pondok Indah Hery Tiera mengingatkan masyarakat agar jangan percaya berbagai iklan yang menawarkan obat dengan iming-iming bisa memecahkan batu ginjal yang menghambat saluran ginjal di tubuh. "Belum ada obat yang bisa memecahkan batu pada ginjal," katanya pada acara bertema 'Nyeri Pinggang, Gejala Batu Ginjal atau Bukan?' di Jakarta pada Selasa 13 Februari 2018. Baca: Setelah Menikah, Meghan Markle Hanya Bisa Bawa Tas 'Belahan Dada'

    Menurut Hery, rata-rata obat ginjal yang diberikan dokter, bukan berfungsi memecahkan batu yang bermasalah di ginjal, melainkan meningkatkan kontraksi otot-otot polos di saluran kencing. Dengan begitu, batu yang menjadi masalah itu bisa terdorong keluar melewati saluran pembuangan tubuh.

    Batu pada ginjal, terjadi karena adanya pengendapan dari cairan atau makanan yang dikonsumsi tubuh. Endapan itu akhirnya mengeras dan menyerupai batu. "Ukurannya yang paling kecil bisa 1 milimeter, dan paling besar sampai 8 sentimeter," kata Hery. Baca: Laudya Cynthia Bella Akrab dengan Mantan Istri Suami, Ini Risiko

    Batu ginjal yang akhirnya bisa menghambat saluran cairan dari ginjal dan akhirnya melukai organ tubuh. Kondisi ini disebabkan sejumlah hal antara lain, kurangnya asupan cairan, kurangnya orang bergerak, berlebihan dalam asupan kalsium. Riwayat batu ginjal di keluarga pun meningkatkan risiko penderita. Asam urat tinggi dan berlebihan asupan obat maag juga bisa menjadi faktor orang menderita batu ginjal. "Bila tidak segera diatasi, akan terjadi kerusakan ginjal permanen, alias gagal ginjal," katanya. Baca: Didik Anak di Era Digital, Ini 7 Kuncinya

    Pengobatan untuk gagal ginjal, sudah banyak caranya. Penderita tidak harus mengikuti operasi besar dengan pembedahan yang memiliki risiko tinggi. Ada metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yang menghancurkan bati ginjal melalui magnet. "Dengan metode ini, batu ginjal yang sudah hancur, bisa langsung keluar melalui saluran kemih," katanya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.